Pendidikan

Mengenal Daerah Asal Hewan Komodo, Dari Australia Atau Indonesia?


Komodo atau yang bernama ilmiah varanus komodoensis merupakan salah satu hewan yang iconic di Indonesia bahkan menjadi ikon ajang bergengsi SEA Games 2011 yang diadakan di negara kita. Namun benarkah asal hewan komodo dari Indonesia? sebenarnya terdapat banyak fakta-fakta menarik tentang komodo yang masih jarang diketahui banyak orang termasuk daerah asalnya. 

Spesies Komodo Di Indonesia
Spesies Komodo Di Indonesia

Komodo Berasal Dari Australia

Komodo dianggap berasal dari Indonesia karena hidup di Pulau Komodo, Indonesia. Namun berdasarkan hasil penelitian menurut jejak fosil komodo, hewan ini sebenarnya berasal dari Australia dan pada sekitar 900.000 tahun yang lalu baru pindah ke Pulau Nusa Tenggara, Indonesia.

Menurut Tim Flannery, ahli paleontologi dan lingkungan Australia, komodo mungkin saja menghilang sekitar 50.000 tahun yang lalu dari Australia. Menghilangnya komodo ini dianggap berhubungan dengan datangnya manusia ke benua tersebut.

Komodo Memiliki Bisa

Banyak orang yang meyakini bahwa gigitan komodo sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan infeksi yang sangat fatal. Hal ini karena komodo merupakan hewan pemakan bangkai di mana bangkai dikenal memiliki banyak bakteri yang otomatis akan bersarang di mulut komodo. 

Namun faktanya, menurun seorang peneliti racun dari Universitas Melbourne di Australia bernama Bryan Fry, gigitan komodo ternyata memang memiliki bisa sehingga gigitan komodo dapat berakibat fatal bukan karena bakterinya namun karena racunnya.

Racun komodo dapat memberikan efek yang fatal dimana dapat menurunkan tekanan darah secara cepat bahkan mempercepat korban kehilangan darah sehingga menjadikan korbannya menjadi tidak sadarkan diri atau mengalami syok mengakibatkan korban menjadi lemah dan tidak mampu bertarung. Jadi meskipun korban berhasil melepaskan diri dari gigitan komodo, racun komodo tetap akan menyebar ke seluruh tubuh dan memberikan efek yang fatal.

Komodo Memiliki Metabolisme yang Berbeda

Umumnya reptil kekurangan banyak kapasitas aerobik namun berbeda dengan hewan komodo karena komodo mampu beradaptasi secara genetik membuat metabolisme komodo lebih mirip dengan metabolisme mamalia yang lebih bermanfaat saat berburu mangsa. Ini juga yang membuat komodo memiliki daya tahan yang baik dan juga termasuk hewan reptil besar yang cepat. 

Komodo Mampu Makan Hingga 80% Dari Berat Badan Mereka Dalam Sekali Lahap

Komodo memang memiliki tubuh yang besar bahkan nafsu makannya juga sangat besar. Komodo bahkan mampu menelan makanan yang mencapai hingga 80% dari berat badan mereka. Setelah makan, mereka akan bersantai sambil mencerna makanan yang dibantu oleh panas matahari 

Komodo Memakang Kambing
Komodo Memakang Kambing

Setelah makan, mereka akan bersantai dengan bantuan panas matahari untuk mempercepat proses pencernaan. Komodo akan memuntahkan pelet lambung setelah makanan dicerna yang berisi rambut, gigi, tanduk, dan potongan-potongan lainnya dari mangsa yang tidak dapat dicerna. Karena makanan mereka yang besar dan metabolisme yang lambat, komodo mampu bertahan hingga sebulan hanya dalam sekali makan. 

Komodo Betina Dapat Berkembang Biak Tanpa Kawin

Berdasarkan penelitian di tahun 2006, komodo betina ternyata dapat bereproduksi tanpa kawin atau dengan proses yang disebut partenogenesis. Partenogenesis merupakan cara berkembang biak di mana sebutir telur bisa menjadi embrio tanpa dibuahi oleh sperma. Jadi seekor komodo betina dapat berkembang biak dengan kawin atau tanpa kawin. 

Komodo Adalah Hewan Kanibal

Komodo termasuk hewan kanibal karena sering memangsa sesamanya saat kekurangan makanan atau mangsa. Maka dari itu komodo kecil lebih sering menghabiskan waktu di atas pohon untuk menghindari komodo yang lebih besar atau menggulingkan tubuh di tinja agar komodo besar menghindari mereka karena baunya.

Pendidikan
Fungsi dan Cara Penggunaan Aplikasi Dapodik PAUD Terbaru
Pendidikan
Mengenal Level Tes JLPT (Japanese Language Proficiency Test)
Pendidikan
Apa Itu Tes Potensi Skolastik dalam UTBK 2020
There are currently no comments.