Pendidikan

Mengenal Metode Montessori dan Contoh Kegiatannya

Judul asli: Pendidikan Montessori untuk anak di rumahOleh: dr. Pinansia Finska Poetri Daftar isi: Apa itu Montessori? Prinsip Belajar...

· 17 min read >
mengenal pengertian dan metode montessori

Judul asli: Pendidikan Montessori untuk anak di rumah
Oleh: dr. Pinansia Finska Poetri

Apa itu Montessori?

Montessori itu adalah sebuah metode pengajaran anak usia dini yang dicetuskan oleh dr. Maria Montessori yang berasal dari Italia.

Children teach themselves

Prinsip Montessori

Daftar isi: Pengertian Montessori, Prinsip, Praktik Dasar, Pengenalan Bahasa, Pengenalan Warna, Pengenalan Budaya

Jadi berawal dari saya lagi memilih mainan ke anak saya, saya dan suami yg notabene dokter umum, tahu diri bahwa kami ndak bisa kasih mainan2 mahal ke anak. Ditambah sekarang suami sedang sekolah, otomatis saya jd tulang punggung keluarga setidaknya dalam 5 tahun ini. Dari situ saya cari2 mainan yg enggak mahal, tapi bisa stimulasi yg baik ke anak saya. Lalu dalam proses lumayan panjang, akhirnya saya menemukan metode montessori ini.

Saya baca artikel, buku2, dll dsb.. enggak membuat saya puas. Akhirnya saya ikutan pelatihan intensif montessori selama 10 hari. Apa yg saya dapat? Amazing! Ternyata montessori yg diceritakan dan diposting ibu-ibu hits itu, enggak begitu. Dari situ saya bersemangat untuk meluruskan filosofi montessori itu sendiri. Oke lanjut ke pembahasan yah..

Ibaratnya kalo kita nanem tumbuhan nih yaaa.. misal, biji mangga, pada saat tumbuh, dia enggak akan berubah jd buah apel, tetap akan jd mangga. Nahh, pertanyaannya, apakah mangganya akan tumbuh subur atau engga, itu tergantung kita yg merawat kan.. apa yg harus kita lakukan? Pastikan dia di tempat yg kena sinar matahari, trus disirem aer, dan dikasih pupuk. Voila! Dia akan tumbuh dan berkembang dengan subur..

Gitu juga dengan anak. Golden period pada anak adalah 0-5 tahun. Dalam rentang waktu itu, otaknya akan berkembang sangaaat pesat, dan mencapai 95% otak dewasa saat usianya kira2 3 tahun. Nahhh di usia 0-3 tahun, si anak ini ibaratnya kayak sponge (unconsious mind), apa yg dia dapat di lingkungan dia, itulah yg dia serap.

Setelah 3 tahun, barulah anak ini masuk ke consiuos mind, dimana dia sudah punya kemauan, sudah tahu minatnya kemana.

Baca juga:Cara Ampuh Menenangkan Anak Saat Rewel

Tiap anak juga punya spiritual embryo. Istilahnya kayak ‘potensi’ dalam diri dia masing2, masing2 loh yaaa.. semua anak pasti berbeda.

Lalu apa yg bisa kita lakukan? Kita hanya bisa intervensi dari luar dia aja, selebihnya ya biarkan dia berkembang sesuai potensinya.

Gimana caranya? Ya kita siapkan ‘lingkungan’ yg aman dan mendukung anak berkembang. Biarkan dia bebas explore lingkungannya.

Mungkin gak dilakuin di rumah? mungkin banget. Justru menurut hemat saya, yang paling mungkin adalah di rumah. Caranya? Ya bikin rumah yg aman. Kalo ada barang2 yg kira2 bahaya kayak furniture kristal, gunting, pisau, tarok diluar jangkauan dia. Semua barang untuk dia, ya kasih barang asli, tapi versi mini. Kursi kecil, meja kecil, sendok kecil, bahkan alat pel dan sapu kecil khusus buat dia.

Lalu selain lingkungan? Apalagi? Ya, kita perlu tau ‘sensitive’nya dimana. Disinilah kenapa menurut saya metode montessori sebaiknya dilakukan di rumah, karena kita sebagai primer caregiver bisa cepat ‘menangkap’ sensitifnya anak.

Maksudnya gini, ada masanya anak akan sukaaaa banget sama 1 tema, misalnya abjad. Yaudah dari situ kita paparkan segala macam abjad. Lalu dia lagi suka transfer benda2, ya kita fasilitasi. Dia lg suka berlari, ya kita ajak ke playgroud, ke taman. Kita harus ‘observe our child’.

Ya intinya sih, biarkan mereka belajar, explore, bebas terbatas, kita cukup kasih dia fasilitas untuk ‘kasih makan’ otaknya yg lagi berkembang itu.

Lalu apa bekal yang harus kita punya utk menciptakan itu? Pengetahuan, kepercayaan kepada anak bahwa dia bisa (jangan underestimate ke mereka, mereka punya kemampuan luar biasa loh) dan kesabaran.

Di metode montessori sendiri, segala material bisa diajarkan untuk anak usia 2th keatas. Wah, kalo gt anak 1th blm bisa dong?

Jawabannya, bisa banget. Karena sekali lg montessori adalah sebuah filosofi, kita cukup pahami prinsip2 dasarnya, maka kita bisa mendidik anak dengan pola ini bahkan dr dia baru lahir.

Tapi, kalo kamu mau menerapkan montessori ke anak, ada beberapa kebiasaan yg harus di stop.

  • Jangan melabeli anak. Misal: Nakal, aktif, berisik, dll dsb. Itu akan mengganggu self esteem dia.
  • Jangan banding2in anak sama yg lain.
  • Jangan pake kalimat ‘jangan’ ke anak. Kenapa? Saat kamu bilang ‘jangan’ ke anak, ya kreativitasnya juga akan stop, ibaratnya dalam hati anaknya bakal bilang ‘ya klo gaboleh ini, aku bolehnya ngapain dong bu?’. Jd bilang apa dong? Misal: ‘jangan lari2’ kita ubah jadi ‘jalannya pelan2 yaa’.

Apa aja sih yg diajarin di montessori ini? Kenapa dia populer bgt dan msh efektif dipakai beratus2 tahun. Karena, metode ini ‘menyentuh’ semua aspek dalam anak. Apa aja?

  • Practical life.
  • Sensori
  • Language
  • Mathematic
  • Culture

Saya enggak akan ngebahas satu persatu sebelum kita semua memahami prinsip dan cara kerja dasar dari semua aspek.

Prinsip Belajar ala Montessori

Menggunakan benda asli dalam ukuran kecil (terutama practical life ya). Contoh, mangkuk yg digunakan adalah mangkuk beling, knp? Karena kita dr awal mengajarkan anak untuk bertanggung jawab, semua dilakukan dengan hati2, kalo engga hati2, ya akan ada resiko yg ditanggung. Misalnya piringnya pecah, dll.

Pengenalan benda konkrit dulu, baru abstrak. Maksudnya kita kenalkan benda asli dl, misalnya miniatur, figurine, dll, baru dikombinasikan dengan gambar.

Kalo semisal kita mau kenalin buah sayur binatang, gmn? Pakai model semirip mungkin. DAN JANGAN DARI BAHAN PLASTIK. Karena bahan plastik tidak memberikan sensori yg berarti kepada anak-anak. Klo misalnya enggak nemu model buah2an atau sayur2an yg bahan bukan plastik, ya pakai aja benda aslinya. πŸ˜€ kalo binatang sih banyak yaaa di pasaran yg bentuknya mirip aslinya.. mau pakai boneka jg gapapa sih mnrtku, asal mirip.

Menggunakan mat atau alas. Tujuannya supaya anak paham ‘ini area kerja saya, saya engga akan keluar dr area ini’

Material ditarok di rak yang enggak ada penutupnya, jadi anak bisa ambil dan milih sendiri mau main apa, tinggi rak juga yg tingginya msh bisa dijangkau sama anak. Ini ada hubungannya sama ‘ngeh’ dimana sensitifnya anak. Gimana kita tau saat itu anak lg minat belajar apa klo kita engga kasih dia pilihan secara obvious? πŸ™‚

1 material, HANYA UNTUK 1 TUJUAN UTAMA, tapi memang ada ‘tujuan enggak langsung’ nya juga. Misalnya kita mau perkenalkan warna ke dia, barangnya harus sama, sama2 bola, sama2 kubus, dll. Knp bgtu? Ini membantu anak jd fokus dan tidak terdistraksi. Dia ‘ngeh’ ohh aku lg belajar warna nih. Dengan cara ini anak akan lbh mudah paham dan ingat. Dsni pasti sebagian besar ibu2 pnya masalah dengan ‘anak saya gampang terdistraksi nih’, nahh ini salah satu solusinya.

Kita kasih ‘demo’ cara bermainnya sama mereka, lalu pada saat giliran mereka melakukannya, KITA ENGGAK BOLEH MENGOREKSI DAN MENGINTERUPSI. Biarkan dia yg ‘ngeh’ sendiri sama kesalahannya. Dan mainan montessori emang didesain utk gampang ditemukan ‘kejanggalan’ apabila ada kesalahan. Kita boleh interupsi klo anak ngerusak material dan melakukan hal yg ngebahayain dirinya atau anak lain dengan dengan materialnya.

Semua permainan dimulai dari kiri ke kanan, dan atas kebawah. Kenapa? Karena kita mempersiapkan dia untuk menulis dan membaca.

Semua item, terutama sensori, bagiannya berjumlah 10, knob cylinder, tabungnya ada 10, pink tower, kubusnya ada 10. Apa tujuannya? Secara engga langsung kita mempersiapkan mereka utk berhitung.

Abis main, anak harus beresin mainannya dan ditarok di rak lagi. Ini kewajiban dia, tanggung jawab dia, apa yg sudah ‘diacak’ harus dikembalikan ke tempat semula. Kalo dia cranky, kita bujuk utk ‘ibu bantu yaaa beresin mainannya..’.

Semua pekerjaan yg akan dilakukan anak mostly sensori. Kegiatan apapun, semuanya dipegang sambil dilihat, atau bahkan kadang sambil di dengar. Knp gt? Karena indra perabanya akan memberikan yg namanya ‘muscle memory’. Makin sering dia pegang, sensorinya makin sensitif, makin banyak pula yg dia ingat dan pahami.

Kita mengajarkan dia utk menghargai proses, semua material dilakukan dengan proses panjang, tapi menyenangkan. Engga ada usaha yg mengkhianati hasil kan?. Kita ajarkan mereka enjoy sama proses belajarnya, masalah hasil gagal? Ya kita ajak utk coba lagi, sabar. Tapi ya kitanya jg harus sabaaaaarr, hehehee..

Untuk mengajarkan anak dgn metode ini, mau gak mau kita harus ubah mindset ya, ibu-ibu.. kitanya dulu yg harus jadi ‘montessorian’ utk menjadikan anak kita seorang ‘montessorian’. karena kita mendidik anak dengan pola yg beda dari pola kita dididik selama ini. Kalo kalian siap utk melakukan itu, ayo sama2 kita bahas per point…

Sudah paham prinsip dasarnya ya? Oke saya bahas satu persatu pelan2 yahh bu.. semoga masih semangat dan penasaran.. hehehee.

Practical life

Kita mempersiapkan anak kita utk menghadapi dunia, bukan begitu?

Nahh itulah kenapa practical life penting bgt. Apa aja yg dipelajari?

Semuanya, mulai dari cara jalan, cara buka-tutup pintu, sampai cara nyapu. Tapi yg saya bahas saat ini adalah: menyendok, menuang, menjepit, memeras.

Prinsip dasar: dari sederhana ke kompleks.

Misal menyendok yah:

  • Nyendok dari satu mangkuk ke mangkuk lain.
  • Nyendok dari satu mangkuk ke dua mangkuk lain yg ukuran sama
  • Nyendok dari satu mangkuk ke dua mangkuk lain yg ukuran beda
  • Nyendok dari satu mangkuk ke mangkuk lain yg ada garis takarannya.

Dan aturan mainnya adalah, jangan naik level kalo si anak belom master. Lalu klo dia udh jago banget nyendok (ke mangkuk yg ada takarannya), kita lanjut bab berikutnya, yaitu menuang.. menuang jg ada tingkatannya.. ya begitu seterusnyaaa sampai dia bisa mahir menggunakan jepitan jemuran dan paper klip.

Tujuan utamanya apa? Bisa nyendok dari satu mangkuk ke mangkuk lain.

Tujuan ‘bonus’ nya? Menuruti perintah, koordinasi mata dan tangan, konsentrasi, kemandirian.

Kenapa menyendok menuang menjepit? Secara enggak langsung, kita melatih 3 jari anak yg dominan akan dipakai utk menulis (jempol, telunjuk, jari tengah). Makin sering mereka melakukan kegiatan tersebut, makin kuat ototnya, makin gampang dia akan belajar menulis.

Kegiatan ini sbnrnya untuk anak 2th, menggunakan mangkuk beling. Tapi sudah bisa diajarkan dari umur 1th, hanya saja materialnya menyesuaikan, kusarankan gunakan dr bahan melamin aja, karena klo kebanting kan bunyinya cukup heboh dan bikin anak ‘ngeh’ klo there’s something wrong.

Kenapa tidak kusarankan beling? Karena anak usia 1th blm bisa memanage emosinya. Ada anak yg kl dia blm bisa, material yg lg dia pegang akan diobrak abrik bahkan di lempar (iya ini mah anakku sendiri ehhehee), jd yaaa pakai bahan yg aman tp jangan plastik aja gt deh yaaa..

Menyendok jg boleh apa aja, pasta kering, pompom, atau klo anaknya msh suka masukin ke mulut, yaudah makanan beneran aja misalnya potongan buah.

Tiap kegiatan pasti ada extend dan variasi, terserah ibu2 aja mau ngapain, misal melatih buang sampah, klo udh bs, latih tarok baju kotor ke keranjang cuci, sudah bisa? Kasih dua2nya, trus instruksikan yg mana ke kotak sampah, mana ke keranjang cuci.

Klo menyendok udh selesai, coba menuang, pertama pakai benda kering, lalu lanjut ke benda cair, tahapan sama kyk menyendok.

Udh master? Lanjut jepit, pake jepitan yg biasa kita pake di dapur utk bikin ayam bakar itu loh bu, tp ukuran kecil.

Udh master? Lanjut jepitnya pake jepitan jemuran, bs jg ajak dia jemur pakaian hehhe.

Udh master? Lanjut paper klip.

Prosesnya lama ya? Iya memang lama. Tp menyenangkan.

Bahasa / Language

Dalam montessori, language ini luas banget sih yaaa.. akan aku bahas dalam beberapa tahap yaaa supaya enggak bingung.

Pengenalan benda.

Ini yg paling krusial klo utk anak 1-2 th. Ada tekniknya supaya mereka bisa memahami benda secara haqiqi. Benda disini maksudnya: buah, sayur, hewan, alat transportasi, dll.

Ada 4 tahapan dalam mengenalkan benda utk anak umur 1 tahun.

  1. Kenalkan satu persatu

    Misalnya kita mau kenalkan jeruk. Deskripsikan semuanya. Jeruk itu bentuknya gimana, warnanya apa, biarkan anak memegang dan melihat. Saat memegang, ada proses namanya muscle memory, saat melihat, dia lihat bentuk dan warnanya. Saat dia mencoba jeruknya, lidahnya akan merasa jeruk itu manis. Pendengarannya mendengar kita ngomong je-ruk. Oh ini namanya jeruk, jeruk, jeruuukk. Inilah kenapa ditekankan ‘real object’. Karena klo kita langsung kenalan sama si jeruk lewat gambar, apa yg kerekam di otaknya? ya hanya bentuk 2 dimensi dan warnanya aja yaa, indera yg distimulasi hanya penglihatan aja.

    Dalam 1 sesi, bahasannya 1 benda aja yaaa.. belajar pisang dll bisa dilakukan besok atau beberapa jam setelahnya. Kalo beberapa buah udh dikenalkan, lanjut tahap 2.

  2. Suruh ambil buah tertentu

    ‘Jeruk yg mana ya?’ ‘Pisang yg mana?’ Dst. Awal2 bisa dicoba 2 buah dl, klo udh bs, lanjut 3 buah.

  3. Kita Ambil Buah Tertentu

    Kita ambil 1 buah, lalu tanya, itu buah apa, klo dia belom bs ngomong, ya kita bantu.. ini piiiii saaaang. Tahap ini buat apa aja yah.. binatang kek, sayur, buah, alat transportasi, dinosaurus, bendera2 negara dll.

    Kalo belajar warna, angka, huruf, bendanya harus 1 jenis yaaa.. misal bola, kertas origami, atau kubus.

  4. Tahap Terakhir: Kombinasi

    Tahap berikutnya, kombinasikan konkrit dan abstrak ini. ‘Okee nak, ini ada jeruk, tolong taruh jeruknya disamping gambar jeruk doooong’.

    Tahap selanjutnya, hanya gambar jeruk aja. Yaaakk begitulah cara pengenalan ke anak yaaa. Tahap selanjutnya? Adalageee..

    Jembrengin tuh buah2an di depan kamu, trus main kuis2an..

    Ibu tuh yaaa.. lagi mikirin buah, buahnya kulitnya warna oranye, tp kulitnya gabisa dimakan, trus rasanya manis dan berair.. buah apa yaaa?

Preparation of writing and reading skill

Ini adalah topik yg paling seru dan menantang. Membaca dan menulis! Dalam Montessori, menulis lebih dulu diajarkan drpd membaca. Loh? Kok gt? Why?

Karena, menulis itu kita menuangkan isi pikiran kita, sedangkan klo membaca, kita ‘melihat’ isi pikiran orang lain.

Menulis dan membaca bisa diajarkan pada anak antara umur 4-5an tahun. So, why worry and rush our kid to learn how to read, mommy? Lalu sebelum anak mencapai usia itu, kita gak ngapa2in? Enggak dong..

Semua material yg kita mainkan, secara enggak langsung mempersiapkan mereka utk menulis dan membaca kok. Misal, gerakan dilakukan dari kiri ke kanan  (untuk menulis), dari atas kebawah (untuk membaca). Di practical life kita menguatkan otot jempol, telunjuk, tengah, gunanya utk memegang pensil.

Lalu, apalagi prinsip yg bs kita ajarkan? Kita ajarkan mereka untuk menyukai huruf, mencintai tulisan bagaimana? Kasih mereka buku? Yes, salah satunya, yg lainnya nanti aku jabarkan detail, karena menurutku ini materi krusial, jadi harus dijabarkan banget banget.

Metode montessori itu adalah tentang menghargai dan mencintai proses.

Siapa disini yang enggak suka menulis? Mengarang misalnya? Ya karenaaa.. tidak terbiasa dengan deskripsi atau narasi.. nahh.. nyambung kan? Kenapa sebelumnya aku selalu bilang ‘deskripsikan secara lengkap ke anak’. Yes mommy, karena kita mempersiapkan dia utk menulis, bisa berpikiran logic, pandai mempresentasikan sesuatu, dari 1 benda, dia bisa menulis dan menuangkan banyak kalimat dari pikirannya. πŸ™‚

Lalu, siapa yg waktu kecil dl stres bgt klo disuruh belajar baca? ngacung. Itulah kenapa banyak dari kita akhirnya enggak suka baca, karena kita enggak suka proses belajar bacanya itu. Akhirnya stress bgt tiap liat buku tebel, males baca narasi panjang2.

Kalo kita mengajarkan baca tulis dengan metode montessori, Inshaa Allah mereka akan senang riang gembira klo disuruh melakukan 2 hal itu, gimana caranya? Mareeehh kita bahas!

Pengenalan huruf

Sebelom belajar nulis baca, ya pastinya kita harus kenalin ama huruf dulu dong kan yaahh. Gimana caranya?

Apakah dengan cara ngapalin lagu A B C? No.

Menuliskan huruf A sampe 1 halaman kertas? Apa faedahnya? Oke dia hapal huruf A, esensi huruf A-nya gmn? Yg ada dia stres dan lelah klo disuruh nulis gt..

Huruf sendiri sebenarnya diajarkan di montessori utk anak umur 2,5 th.. jd klo kamu gak ngajarin ABC ke dia skrg, ya gapapa.. gausah iri dan kecil hati sama anak orang yg umur kurang 2 th udh bisa ABC in english or bahasa. Enggak menjamin pas gedenya dia suka baca kok. Tujuan kita kan gimana supaya anak suka membaca kan? Betul begituh?

Oke jd gmn ngajarinnya? Sensoris.

Tp kali ini yg berperan adalah pendengaran dan visual.

Di montessori, kita belajar huruf pake LMA (large moveable alphabet), terbuat dari kayu, tipis, presisi. Konsonan warna merah, vokal warna biru.

Cara belajarnyapun bukan dengan nyebut nama hurufnya, tapi dengan PHONICS alias pelafalannya. Kalo kalian bingung apa itu phonics, buka aja youtube tentang phonics song yaaa..

Sama aja mau bahasa apa juga, ya ajarinnya pelafalan.

Misal:

English aja yahh. Ngajarin huruf U, kita kenalin bukan dengan ‘U’ tapi dengan ‘aa’.huruf C kita kenalin dengan ‘keh’. Bahasa Indo juga gitu, sesuaiin aja pelafalannya.

Jadi kalo mau ajarin dia lagu, bukan ei bi si di i ef ji..

Tapi dengan lagu: A for apple, A for apple.. Eh Eh Eh.. Eh Eh Eh (coba search phonics song-chuchu tv)..

Kok gt ngajarinnya? Iyaaa.. balik ke tujuan utama, esensi kita kenalkan huruf biar apaaa?? Yaasss utk baca tulis. Kalo kita kenalin dia dengan pelafalan, akan memudahkan dia utk tulis dan baca. Phonics ini udh bisa diajarkan dr umur 1th yaaa..

Setelah phonics, langkah selanjutnya apalagi? kita rangsang indera perabanya, dengan nge-trace masing2 huruf. Klo di montessori namanya Sandpaper letters.

Menurut saya gaperlu sih ya beli sandpaper ini, bisa pakai amplas digunting jd bentuk huruf, trus ajarkan anak nge-trace hurufnya. Atau klo gamau repot, ajakin nge-trace di garam, atau kinetic sands aja..

Setelah itu, baru pakai LMA tadi.

Bagaimana kita mengajarkan anak bisa ngomong lancar bahasa inggris sejak dini?

Jadi gini yahh men temen. Fenomena sekarang, banyak ortu yg pengen anaknya bisa bilingual, masukin mereka ke sekula yg pengantarnya english, dr kecik diajarin benda apapun in english. Tp sadly, outcome-nya sebagian anak malah jd delay karena bingung mau ngomong bahasa apa. Atau ada jg yg karena keseringan bahasa inggris drpd Indonesia, jd klo ada yg ngomong bahasa indo, mereka melengos, diem karena enggak ngerti. Bahasa kan media komunikasi, jd buat apa kita ajarin dia bahasa inggris tp malah dia engga bisa komunikasi bahasa indo? Bahkan jdnya nanny di rumah, bapak pengemudi, kang sayur keliling, dipaksa ngomong bahasa inggris ke dia. Aku tanya deh, kamu yakin itu tujuan kamu?

Pertanyaan aku, where do you live?

Sepatutnya anak kita harus fasih berbahasa Indonesia.

Tapi tapi tapi tapiii.. aku pengen anakku cas cis cus bahasa inggris, tapi bisa jg bahasa indo. Gimana caranya buk Pinan?

Bilingual tapi konsisten. Jadi anak kita kalo ngomong sama maknya, pake bahasa inggris. Pure. Jangan diartikan. Bener2 semua bahasa inggris.

Tapi dengan papanya, atau dengan secondary care giver-nya yg lain, dengan kakek nenek, mamang gojek, mbak-mbak kasir, dll.. WAJIB BAHASA INDONESIA.

Simple. Sebenernya anak kita cuma butuh konsistensi dan repetitif aja.

Kenapa mamaknya gaboleh bilingual ke anak. Ya anaknya ‘ngeh’ dong ntar, ‘ahh ntar juga mama ngartiin ke bahasa indo apa yg diomongin, so why should i speak english?’.

Ajarkan pada anak kalo bahasa adalah media komunikasi, kalo sama orang yg ngajak kita ngomong bahasa Indonesia, ya kita jg ngomong bahasa Indonesia. Kecuali ya klo dia ajak ngomong bahasa belanda atau jepang, bilang aja ‘do you speak english or bahasa? I can’t understand what are you saying’ Jangan memberi kesan ‘i speak english so i’m better than anyone who speaks bahasa’ kepada mereka, bilang kalo ‘you can speak in bahasa with others, but with me, you should speak english, because i teach you how to make simple conversation in english, if you feel uncomfort to talk with me in english, thats okay, you can talk with bahasa sometimes’

Lanjut ke sensori. Jadi klo di montessori, semua harus dipegaaaang!!! Makin banyak dipegang makin pintaaar.. hehhehee.. atau klo utk anak yg kurang dari 15 bulan, pegang dan makan yaaa.. πŸ˜€

Utk bab sensoris, ada beberapa mainan yg diperkenalkan, aku bahas yaa

Pink tower
Mengajarkan konsep besar kecil.

Knob cylinder
Ada 4 series, ada yg khusus diameter, tinggi ke rendah.

Brown stairs
Konsep tinggi ke rendah. Ini berat yaaa jd harus hati2 klo dimainin sama anak yg lbh kecik.

Knobless cylinder
Sama yg knob cylinder tp ini kita bikin kyk menara.

Long rod
Konsep panjang pendek.

Ini adalah sensori basic yaaa..

Jd klo utk basic, kita lebih ke visual, dan perabaannya adalah yaitu td, besar kecil tinggi rendah panjang pendek. Sensori ini juga secara gak langsung mengenalkan anak pada konsep volume, berat ringan benda, dan semua itemnya terdiri dari 10 item. Pink tower kubusnya ada 10, long rod tongkatnya ada 10. Dst. Why? Karena utk mempersiapkan anak di matematika. Kenapa 10? Enggak 5 aja gt? Yaaa klo anak yg msh kecil bgt gapapa kok, tp klo 2th keatas, pemahamannya dikasih tau sampai 10 yaaa..

Kalo apparatus montessori yg lain, aku pikir kita bisa akalin dengan cara bikin sendiri atau print atau kita variasiin, asal prinsipnya sama. It’s totally okaay.. Tapiii.. kalo untuk sensori basic. No. Aku enggak nyaranin. Bahkan aku engga nyaranin beli apparatus ini ke yg selain distributor montessorinya, atau yg apparatusnya engga sesuai standar International Montessori.

Why?

Karena ini materialnya presisi bgt. Dan ke-presisian ini ada tujuannya, anak montessori klo belajar sensori basic ini, sampai ke pemahaman si ‘selisih’nya. Satu materi engga selalu mentok ke 1 kegiatan. Di olshop ada yg jual pink tower setengah harga dari yg dijual di distributor. Tapiii.. bagian bawahnya bolong, Hehehee..

DAN APPARATUS SENSORI BASIC INI ALAMAKJANG MAHAL BETUL HARGANYA WEEHH.

Knob cylinder. Harganya 1.500.000 sepaket. Pink tower sekitar 500an. Tower2an gt aja harganya setengah yuta mak! Tapiii pas liat betapa rapih potongannya, pasti bahagia deh.

Wahhh klo aku punya 2 anak, berarti banyak bgt dong keluar uwitnya, harus beli 2.

NO. Dalam montessori, HANYA BOLEH ADA 1 MATERIAL DALAM 1 RUANGAN. Karena anak2 diajarkan sabar, menunggu gantian, antri.

Jadi, enggak ada cerita tuh kalo kita lg antri, anak kita nyelak antrian, trus kita bilang ‘namanya jg anak2’ sambil senyum ke org itu. No. Ini salah satu budaya yg harus dihilangkan yahh bu.. jangan membenarkan yg salah hanya karena dia masih kecil. Jd gmn? Ya ajarkan yg baik seperti apa di rumah, terapkan saat di luar, kalopun suatu hari anaknya nanya ‘ma, kok anak itu engga mau nunggu giliran, gapapa?’ Ya kita cukup senyum dan bilang ‘mungkin dia belum tau kalo kita harus giliran’.

Lanjut ke warna

Dalam pengenalan warna. Ada 3 kotak. Yang pertama, warna dasar. Yaitu kuning, merah, biru. Kotak kedua warna lengkap, kotak ketiga gradasi.

Untuk anak2 seumuran 1-2th, cukup kenalin 3 ini aja dulu buibuk yaaa ndak usaj napsu.. hehehee.. setelah khatam tam tam tam tam.. lanjut ke kotak 2..

Bagaimana ngenalinnya? Ya sama aja caranya kyk ngenalin yg lain. Untuk kotak ketiga, itu buat gradasi yaaa.. buat kegiatan extend sih itu.

Oiaaa sekalian mau bahas. Kalo di ruang kelas montessori, warna dindingnya putih, atau mentok warna pastel. Dindingnyapun bersih enggak ada tembelan apalah2 kyk teletabis atau apa layalnya TK pada umumnya. Bahkan karya anak2 muridnya ditempel dalam 1 corner aja gt kayak mading. Why?

  1. Supaya engga banyak distraksi. Maenan montessori itu ngelatih konsen banget soalnya. Jd anak harus bener2 fokus.
  2. Supaya anak juga terbiasa sama warna yg soft. Sama halnya kyk lidah kita yg terbiasa sama pedes, giliran dikasih yg bumbu asem garem doang pasti langsung engga selera. Gitu juga sama mata, klo terlalu sering kepapar warna jeng gonjreng, mata kita akan gak kebiasa sama warna soft.

Sensory extend and variation

Banyak banget sih variasi maenan sensori. Tapi emang yg basic sebaiknya hakiki dulu yaaaa..

Naaahhh klo yg extend dan variasi, sukak sukak mamaknya ajalaaa mau kasih pegang apa, gausah beli yg ada disini, mending uwitnya buat ikutan PO online shop ahhahaa..

  • Panas dingin bisa pake aer dispenser.
  • Lengket bisa pake tepung dikasih aer.
  • Suara2an bisa pake pasta dimasukin botol trus diicik-icik.
  • Perbedaan bahan, bisa minta sisa kain ama penjahit langganan, pilih aja beda2 bahan, ambil 2 potong tiap bahan. trus mainnya suruh anak tutup mata, trus pilihin mana bahan yg sama..
  • Mau yg hits? Yaaa bolela pake kinetic sands, water beads, slime.

Makin banyak dia explore, makin banyak muscle memory yg dia inget, makin banyak stimulus yg dia dapat, makin banyak sinaps antar sel saraf yang terbentuk.

Matematika.

Siapa disini yg denger matematika aja udah males?? SAYAAA!!! klo ditanya kenapa jd dokter? Pasti aku jawab: karena aku benci banget sama matematika.

Trus klo di montessori anaknya pasti jago matematika dong? Gak juga sih, klo anaknya tipe macem pinan gini ya tetep aja enggak expert di matematika.

Maksudnya gini, ada anak tertentu, kayak aku misal, yg menonjol di bidang language, cepet bgt ‘nangkep dan nginget’ klo dikenalin benda baru, tp aku so so aja di matematika, begitu juga sebaliknya. Meskipun udh distimulasi dengan benar. Nahhh salah satu kelebihan metode montessori ini, ibu-ibu bakal ‘ngeh’ dari awal bgt anaknya suka dan cenderung kemana, dia akan ‘mengarahkan’ kita secara enggak langsung.

Tapi, meskipun engga menonjol, mereka biasanya cinta sama matematika. Karena apa? Yes. Basicnya kuat, logikanya dapet, dan tentu saja belajarnya fun!

Anak montessori biasanya di umur 5th udh bisa konsep ganjil genap, menjabarkan 4 digit angka. Misal lima ribu tujuh ratus tiga puluh empat. Yes. They can explain it easily.

Gimana awal belajarnya? SENSORI.

Aku udh bahas yaaa sblm2nya klo kita persiapkan anak secara enggak langsung utk belajar matematika. Nahh klo belajar huruf, kita pake pendengaran, belajar angka, kita ngapain?

Hapalin 1 2 3? No.

Sekali lg aku ingetin, jangan iri liat anak umuran blm genap 2 th udh apal 123 wan tu tri. Ya gapapa sih, itu bagus kok, enggak salah. Tapi apa dia ngerti konsep 123? Apakah dia tau sebanyak apa 1 itu? Belum tentu. Anak biasanya ngerti konsep itu around 2,5 sampe 3 tahun.. so, mamak, why you so in a rush? :).

Proses matematika ini panjang sih ya emang. Sabaaarr.. ajarin anak utk hargai proses.

Kita pake number rod. Number rod ini juga kusaranin beli di distributor yaaa.. bisa diajarkan utk anak 1,5 th kok. Jd kita pertama kali engga kenalin angkanya loh, atau apalin urutannya, kita ajarkan taktilnya. Seberapa banyakkah 2? Atau 3?.

Lalu kenapa sampai 10? Iya. Kita bikin dia expert bgt sampai 10, setelah itu, akan mudaaahh bgt ngajarin konsep ribu2an ke dia.

Tapi untuk anak yg lbh kecil, kurang dr 2th, gapapa klo kita ajarkan sampai 5 dlu, setelah dia paham banget2 konsepnya, baru lanjut sampai 10.

Nahhh baru deh setelah itu kita belajar angkanyaaa.. caranya pake sandpaper numbers, atau belajar nulis pake garem atau kinetic sands.

Spindle box.

Ini banyak kok jualan yg KW, menurutku gausah beli yg ini. Ini ngajarin konsep zero is nothing. 1 itu sebanyak apa ya? Wahhh kalo 10 itu banyak yaaa stiknya, sampe gak cukup kepegang 1 tangan.

Cards and counter.

Inget yaaa.. prinsip pengajaran montessori. Konkrit ke abstrak. Meskipun matematika abstraknya ajubile.. tp sebisa mungkin kita konkritin ahhahaa. Cards and counters gunanya buat konsep ganjil genap.

Gold beads.

Ini juga harus beli, ya kalo mamak2 disini bisa menemukan yg beginian sih gapapa banget yaaa..

Ini ngajarin konsep satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dengan cara yg simpeeeel banget. Anak jd tau kalo waaawww seribu itu banyak banget yaaa beadnya, kalo seratus itu beadsnya serenteng, klo 10 beadnya segaris. Ya itu sih terserah mamaknya aja ngejelasinnya gimana. Hehehee

Lalu. Rentengan beads yg paling banyak, tarok paling kiri, kenapa? Karena utk memudahkan anak membacanya. Misal: tiga ribu empat ratus lima puluh dua. 3 gepok gold beads yg seribu ditarok paling kiri, trus 2 butir satuannya paling kanan. Gampaaang..

Setelah itu ya kita kombinasi aja, main pake kartu trus anaknya diarahin tarok gold beads disebelahnya.

Culture and history

Bab culture ini adalah bab yg paling nyenengin dan paling banyak variasinya sih. Disini kita belajar apa aja, hewan carnivora, herbivora dll.. Pengenalan matahari, fungsinya matahari itu apa buat kehidupan kita.

Nama2 benua. Apa itu benua, benua apa aja yg ada di bumi. Trus ttg planet2, anatomi anggota tubuh, nama2 dinosaurus, konsep fisika mencair membeku menyublim, dll.. kita bisa ajarin semuanya. Dengan cara yg menyenangkan yaaa..

Untuk anak yg lbh kecil (kurang dari 2th), kita bisa ngajarin misalnya knp kita harus salim ke org yg lbh tua, trus konsep gravitasi, proses mencair misalnya ‘eskrim itu klo engga di masukin freezer bisa meleleh’, api itu klo ditiup bisa mati. Ya yg sederhana sesuaiin sama umur anaknya aja..

Utk culture sih materialnya ada sand globe (pengenalan yg kasar itu benua, tempat kita tinggal, disana ada kucing, tikus, kecoa, dll) yg bagian halusnya itu berarti laut, disana ada ikan, kuda laut, ubur2 dll).. biasanya klo anak yg lebih kecil, dia akan cepet nangkep kalo kita bahasannya ttg binatang sih.. hehehee

Menurutku materialnya ga perlu beli sih yaaa.. pinter2 ibunya aja ini mah.. kalopun mau beli, rekomendasiku beli yg globe berwarna.

History

Kalo ngomongin history, apa yang kita ingat? Tanggal? Masa lalu? Waktu? Yes. Kita enggak ngajarin anak2 ttg perang dunia kok.. hehehee..

Disini yg diajarin pengenalan waktu ke anak, bagaimana mengenal jam, kapan waktu pagi siang malam. Klo pagi kita ngapain aja, siang ngapain aja, malem ngapain aja.

Oke pembahasan terakhir yaaa..

Dari beberapa hal yg diajarkan, mungkin aja anak bisa expert dan cepet bgt nangkep di satu hal, tapi keliatan enggak tertarik ama yg lain. Kenapa?

Ya balik lg ke fase sensitifnya, itulah makanya kita harus peka banget ama fase ini, karenaaa.. kalo fase sensitifnya lewat, akan lbh susah utk dia ‘menangkap’ disaat kita ajarin di waktu selanjutnya.

Outcome anak yg dididik montessori:

  • Mereka jd anak disiplin dan mematuhi aturan.
  • Mereka jd anak yg percaya diri dan tahu apa yg mereka minati dr kecil.
  • Mereka jd orang yang menghargai proses, dan jika gagal, mereka akan cepat bangkit lg dan mulai dr awal.
  • Mereka jd mencintai sekitarnya, sayang binatang, sayang lingkungan. Karena kita sudah tanamkan dari kecil bgt konsep culture.

Okee.. sampai disini pembahasan montessorinya. tentu aja setiap teori atau metode, pasti ada kelemahannya. Montessori juga bgtu kok. Saya sendiri menemukan beberapa kelemahan dari teori ini. Dan kita dr sekarang bisa ‘memperbaiki’ dan menyempurkan dengan cara kita sendiri.

  1. Kalo di montessori, meskipun ada milestone perkembangan anak, tapi klo ada keterlambatan misal umur 18 bulan blm bisa jalan, umur 16 bulan belum ada kata. Dibiarkan aja, lama2 mereka akan bs sendiri. Klo utk begini, saya sebagai dokter engga merekomendasikan yaa.. ya memang anak nantinya akan bisa dengan sendirinya, tapi, semua keterlambatan harus ada intervensi medis.
  2. Salah satu outcome anak montessori adalah perfeksionis, semua harus sesuai dengan ‘porsi’nya. Nahh disini bisa kita kasih tahu pelan2 bahwa semuanya enggak harus perfek. Kita harus ajarkan dia fleksibel.
  3. Anaknya jd enggak terbiasa disalahkan. Karena kan klo dia lagi mengerjakan sesuatu, kita engga boleh kasih interupsi atau menyalahkan. Tapi disatu sisi, disaat dia sekolah atau bergaul, kemungkinan besar dia akan ditegur karena dia salah. Bagaimana peran kita sebagai orang tua? Kalo saya sih yaaa.. memang pada saat dia ‘bekerja’, kita enggak kasih interupsi, tapi setelah pekerjaannya selesai, baru deh kita kasih tau kalo dia salah, di bagian mananya, dan bagaimana solusinya.
  4. Anak montessori akan tumbuh berbeda dari anak lainnya.

Di umur 5th, bisa aja dia udh hapal sistem digestif karena memang dia sensitifnya di bagian science, dan kemungkinan dia merasa bahwa engga ada anak seusianya yg bisa diajak cerita dan bahas ttg sistem itu. Disini kemampuan orangtua sangat diperlukan untuk tetap memberi pengertian ke anaknya bahwa kemungkinan anak lain blm diajarkan oleh ortunya, mereka belum tau.

Written by Editorial Staff
Dunia terus bergerak, meninggalkan mereka yang tidak sepakat. Kami percaya bahwa perubahan dalam bisnis adalah satu hal yang niscaya. Karinov.co.id hadir untuk menjadi tempat bertanya seputar ini dan harus ada jawabnya. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *