7 Langkah Pemerintah Jepang Menghadapi Pandemi Covid-19


Karinov
@karinovcoid
7 Langkah Pemerintah Jepang Menghadapi...

Hampir sebagian besar wilayah dunia kini sedang berjibaku melawan pandemi Novel Coronavirus atau juga dikenal dengan  virus COVID-19. Virus yang telah menewaskan setidaknya 33.000 orang di seluruh dunia ini disinyalir mulai merebak dari Wuhan, China pada akhir Desember 2019.

Di Jepang sendiri, kasus positif virus COVID-19 pertama kali  ditemukan pada 16 Januari 2020 dan jumlahnya terus meningkat cepat. Hingga akhir Maret, secara nasional  tercatat jumlah kasus positif virus ini mencapai 2,018 orang pasien, dengan 55 orang meninggal. Jepang merupakan negara kedua yang mengkonfirmasi adanya kasus COVID-19 setelah China.

Untuk menghadapi wabah virus COVID-19, terutama dalam hal meminimalisir dampak wabah virus COVID-19 dan menjaga situasi negara tetap terkendali, ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah Jepang. Simak info lengkapnya di bawah ini.

Langkah Pemerintah Jepang Menghadapi Wabah COVID-19

Berikut ini adalah beberapa contoh langkah yang dilakukan pemerintah Jepang untuk menghadapi wabah COVID-19.

Himbauan Social Distancing

Sejak virus COVID-19 merebak di negaranya, pemerintah Jepang  mulai menghimbau masyarakat untuk melakukan upaya social distancing dalam rangka memutus rantai penyebaran virus ini. Pemerintah Jepang berharap masyarakat untuk tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan mendesak, khususnya saat akhir pekan.

Terkait himbauan ini, dalam penerapannya masyarakat Jepang tampaknya kurang mematuhi himbauan tersebut, karena ditengah wabah pun aktivitas masyarakat terlihat tetap berjalan seperti biasa. Namun demikian, masyarakat Jepang memiliki kesadaran tinggi soal anjuran pencegahan penyakit menular seperti, sering mencuci tangan, memakai masker dan memperhatikan etika batuk/bersin di tempat umum khususnya transportasi publik, dan menghindari kontak dengan orang lanjut usia maupun kategori masyarakat yang rentan terkena penyakit pneumonia atau penyakit pernapasan lainnya.

Larangan Terbang

Per 3 Januari 2020, Jepang telah mengeluarkan larangan terbang dari atau ke Wuhan, khususnya provinsi Hubei/Zhejiang, China, untuk menghindari penularan virus COVID-19 ke negaranya. Masyarakat dihimbau untuk menunda perjalanan ke luar negeri hingga situasinya sudah lebih kondusif.

Larangan Masuk

Larangan masuk ke Jepang, diberlakukan pemerintah bagi seluruh warga negara asing dengan paspor China, dan warga negara maupun turis asing yang pernah mengunjungi provinsi Hubei/Zhejiang China, dan kota Daegu/Gyeongsangbuk-do Korea Selatan, serta  provinsi Gilan/Qom/Teheran, Iran, dalam 14 hari sebelum tiba di Jepang. Larangan tak hanya berlaku untuk turis asing yang datang menggunakan transportasi udara saja tetapi juga turis asing penumpang kapal yang berlayar dengan tujuan memasuki pelabuhan di Jepang dan memiliki risiko tertular virus COVID-19. 

Para turis yang termasuk kategori ditolak masuk tersebut wajib mengisi sebuah form berisi daftar pertanyaan sebagai bukti deklarasi diri mereka pernah atau berencana melakukan perjalanan ke Wuhan saat mengurus visa. Larangan masuk ini berlaku sejak 7 Maret 2020. 

Karantina Warga Negara Asing

Dengan ditetapkannya COVID-19 sebagai “Penyakit Menular yang Dapat Di Karantina” menurut Undang-Undang Karantina Jepang, maka seluruh warga negara asing yang berada di Jepang dan diduga terinfeksi COVID-19 wajib untuk menjalani karantina tanpa terkecuali, termasuk mereka yang memegang visa yang sah.

Libur Sekolah

Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang, mengeluarkan perintah diliburkannya seluruh sekolah, baik tingkat SD, SMP maupun SMA, kecuali tempat fasilitas penitipan anak, sejak 2 Maret 2020 hingga awal bulan April (akhir liburan musim semi). Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi virus di kalangan anak-anak. Bagi pemerintah Jepang kesehatan dan keselamatan anak-anak adalah prioritas utama.

Membangun Pusat Konsultasi dan Perawatan

Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja, dan Kementerian Sosial Jepang mengeluarkan perintah pembangunan pusat konsultasi dan perawatan (ruang rawat jalan khusus) penanganan wabah COVID-19 di fasilitas-fasilitas kesehatan yang telah ada, pada  pemerintahan prefektur dan kota. Ruang perawatan khusus penting dibangun agar pasien terjangkit virus COVID-19 tidak menulari pasien lain yang dirawat di fasilitas kesehatan tersebut. Dalam pengenalan pusat konsultasi itu, pada 14 Februari 2020, pemerintah juga secara resmi memperkenalkan protokol penanganan wabah COVID-19 melalui penetapan Kebijakan Dasar Untuk Pengontrolan Penyakit Novel Coronavirus.

Penundaan Olimpiade Tokyo 2020

Olimpiade tokyo 2020

Adanya wabah COVID-19 membuat pemerintah Jepang memutuskan untuk menunda perhelatan akbar Olimpiade Tokyo 2020 yang sedianya dilangsungkan pada bulan Juli dan Agustus tahun ini. Diumumkan melalui International Olympic Committee (IOC), Olimpiade Tokyo akan berlangsung pada 23 Juli – 8 Agustus 2021. Demikian pula dengan jadwal Paralimpiade yang akan berlangsung 24 Agustus – 5 September 2021. Keputusan ini diambil agar seluruh otoritas kesehatan dan masyarakat dunia, pada khususnya mereka yang terlibat dalam Olimpiade Tokyo, dapat beradaptasi dan pulih dari dampak pandemi virus COVID-19.

Itulah beberapa contoh langkah yang diambil pemerintah Jepang untuk menghadapi virus COVID-19.  Sejauh ini langkah-langkah tersebut dinilai cukup efektif berhasil. Terbukti dari tren kasus positif COVID-19 di Jepang yang tidak mengalami penambahan. Sekian dan semoga bermanfaat.

Show Comments (0)

Comments

Related Articles

Berita

Mengenal New PCare BPJS versi Terbaru untuk Faskes Tingkat Pertama

BPJS Kesehatan selama ini sudah banyak membantu rakyat Indonesia dalam bidang kesehatan. Dengan adanya layanan ini, semakin banyak warga yang memperoleh akses kesehatan dengan...

Posted on by Karinov
Berita

Syarat Perpanjang dan Pembuatan Paspor Baru

Ketika ingin liburan ke luar negeri paspor adalah dokumen penting yang wajib dibawa dan dimiliki seseorang. Bila tidak punya paspor akibatnya bisa fatal, karena perjalanan bisa...

Posted on by Karinov

Berlangganan via Email

We don't have any time for drama, stupidity and fake people. You can count on me.

Don't worry, we hate spam