Cara Cek Saldo dan Pencairan BPJS Ketenagakerjaan [2020]


Karinov
@karinovcoid
Cara Cek Saldo dan Pencairan BPJS...

Seperti yang sudah umum diketahui, BPJS memiliki dua program utama, salah satunya adalah BPJS Ketenagakerjaan. Sesuai dengan namanya, program ini memberikan perlindungan kepada pada tenaga kerja. Perlindungan tersebut berupa jaminan sosial yang dapat dicairkan pada waktu tertentu. Proses pencairan ini tentu saja membutuhkan langkah dan persyaratan tertentu.

Lebih Jauh tentang BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya adalah pengganti dari Jamsostek yang juga menawarkan program serupa. Perubahan nama ini dilakukan pada tahun 2014. Melalui BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan dapat membayarkan iuran jaminan sosial per bulan bagi tenaga kerjanya. Iuran tersebut nantinya akan terakumulasi dan berkembang. Sehingga, para pekerja atau peserta dapat memperoleh manfaatnya.

Program ini menawarkan berbagai perlindungan bagi para pesertanya. Beberapa di antaranya adalah Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua

Jaminan Hari Tua memungkinkan tenaga kerja untuk dapat menjalani hari tua dengan nyaman. JHT dapat dicairkan secara penuh ketika sudah pensiun (umur 56 tahun) atau tidak bekerja. Selain itu, JHT juga dapat dicairkan sebagian, selama masa kerja dan status kepesertaan aktif. Dana ini dapat digunakan untuk DP perumahan dan keperluan lain.

Lihat juga: Mengenal PCare BPJS dan Fiturnya

Cara Cek Saldo JHT

Jaminan Hari Tua dari BPJS Ketenagakerjaan bisa dibilang sebagai perlindungan yang paling disukai oleh para peserta. Mereka bahkan dapat melakukan pengecekan dan pemantauan saldo JHT miliknya. Apabila Anda ingin melakukannya, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan.

  1. Unduh dan install aplikasi BPJSTKU lewat ponsel Anda. Apabila menggunakan PC, Anda perlu membuka website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id;
  2. Lakukan registrasi melalui aplikasi atau website;
  3. Ketik alamat Email yang masih aktif pada formulir isian. Nantinya, Anda akan menerima PIN lewat Email tersebut. PIN berguna dalam proses verifikasi. Link verifikasi juga akan tercantum pada Email;
  4. Pilih jenis kepesertaan dan isi data diri yang diminta, contohnya NIK, nomor peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan nomor telepon;
  5. Verifikasi;
  6. Setelah verifikasi selesai dilakukan, Anda dapat melakukan login;
  7. Jika login berhasil, Anda akan diarahkan pada halaman awal dengan berbagai menu;
  8. Klik menu “Lihat saldo” dan saldo JHT Anda akan tertera pada layar.
tampilan halaman depan web BPJSTKU
Tampilan halaman depan BPJSTKU

Cara Pencairan JHT BPJS-TK

Pencairan JHT dapat dilakukan oleh peserta aktif dengan masa kerja minimal 10 tahun. Besarnya nilai JHT yang dapat dicairkan adalah 10% hingga 30%. Peserta yang sudah tidak aktif atau pensiun, dapat mencairkan 100% dana JHT. Untuk mencairkan dana tersebut, berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Login Web BPJS TK

    Buka dan login ke website atau aplikasi BPJS TKU. Portal resminya dapat diakses di tautan berikut: sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

  2. Klaim saldo

    Klik “Klaim saldo JHT”;

  3. Isi form

    Isikan data yang diminta pada formulir yang tersedia;

  4. Pilih pengajuan klaim

    Pilih opsi “Pengajuan klaim” pada kolom “Keperluan”;

  5. Pilih jenis klaim

    Pilih jenis klaim, misalnya “Mencapai usia pensiun”;

  6. Kirim

    Klik tombol “Kirim”;

  7. Unggah dokumen pendukung

    Setelah itu, Anda akan diminta untuk mengunggah berbagai dokumen secara online. Unggah dokumen-dokumen tersebut dan tunggu sampai Anda memperoleh Email dari BPJS Ketenagakerjaan. Dalam Email tersebut, Anda akan diminta untuk datang ke alamat kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan pada tanggal yang ditentukan;

  8. Datang ke kantor secara offline

    Penuhi undangan tersebut dan bawa dokumen yang telah diunggah. Di kantor tersebut, petugas akan memberitahu tanggal pencairan saldo JHT.

Anda juga dapat langsung datang ke kantor cabang BPJS ketenagakerjaan dengan membawa dokumen yang diperlukan. Contohnya KTP, KK, kartu BPJS Ketenagakerjaan, buku rekening tabungan, dokumen rekomendasi bank (untuk 30% pencairan), dan surat keterangan dari perusahaan, beserta fotokopinya. 

Setelah antre dan dipanggil petugas, Anda akan diminta mengisi formulir. Petugas juga akan memeriksa dokumen Anda. Jika sudah lengkap, maka Anda akan diberitahu tanggal pencairannya. Untuk Anda yang tinggal dan bekerja di ibu kota provinsi, Anda dapat mencairkan JHT tanpa mengisi formulir. Karena, KCP di daerah tersebut sudah dilengkapi dengan KTP-el reader

Anda yang mengetahui prosedur pencairan JHT ini, kini tidak perlu khawatir tentang proses klaimnya. Jika dokumen Anda lengkap dan semua dijalani sesuai dengan prosedur, Anda pasti akan segera memperoleh saldo JHT.

Show Comments (0)

Comments

Related Articles

Tutorial

5 Tips Agar Tidak Tersesat di Indonesia Saat Traveling

Indonesia kaya akan destinasi wisata yang menakjubkan. Jangankan turis luar negeri, kita yang berasal dari sini juga belum tentu menyambangi seluruh keindahan Tanah Air yang...

Posted on by Karinov
Tutorial

Syarat dan Formulir Pengukuhan untuk SP PKP 2020 [PDF]

Bagi sebagian warga, singkatan SP PKP mungkin terdengar asing di telinga. Singkatan tersebut merupakan kepanjangan dari Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. Patut dicatat, tidak...

Posted on by Karinov

Berlangganan via Email

We don't have any time for drama, stupidity and fake people. You can count on me.

Don't worry, we hate spam