Ulasan Lengkap Apa Itu Virus Corona (COVID-19)

Munculnya pandemi COVID-19 telah membuat sebagian besar aktivitas masyarakat dunia saat ini berubah. Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih lanjut apa itu COVID-19


Karinov
@karinovcoid
Ulasan Lengkap Apa Itu Virus Corona...

Tahun 2020 menjadi tahun yang paling fenomena dengan kehadiran virus corona. Kasus virus corona ini semakin merambah ke berbagai penjuru dunia hingga mewabah di Indonesia. Lalu apa itu virus corona? Virus Corona ialah kumpulan virus dari subfamili Ortocoronavirinae dalam keluarga Coronvirdae dan ordo Nidovirales.

Korona virus atau virus corona biasanya merupakan penyakit yang menyerang burung dan mamalia termasuk manusia. Penyebab dari wabah ini ialah corona virus jenis baru yang dikenal dengan novel coronavirus 2019 dengan nama resmi: 2019-nCoV. Penyakit ini termasuk dalam golongan virus yang sama dengan severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle-East respiratory syndrome (MERS).

Lihat juga: Gambar Virus Corona Setelah Diperbesar

Sejarah Virus Corona

Sejarah mencatat pertama kali virus corona ditemukan pada tahun 1960-an. Virus corona ini ditemukan pada ayam yang mengidap penyakit bronkitis infeksius dan dua virus dari rongga hidung manusia yang teridentifikasi dari flu biasa yang kemudian menjadi human coronavirus

Nama corona virus berasal dari bahasa latin corona dan bahasa Yunani korone (crown), yang berarti mahkota atau lingkaran cahaya. Virus Corona menyerang siapa saja baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil maupun ibu menyusui. Virus COVID-19 ini berasal dari di Kota Wuhan, China, menyebar ke berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Virus ini sudah diresmikan menjadi virus pandemi. WHO telah menetapkan virus corona sebagai sebuah pandemi. Pandemi ialah wabah yang berjangkit serempak dimana-mana meliputi geografi yang luas. Wabah penyakit yang masuk ke dalam kategori pandemi memiliki garis infeksi berkelanjutan atau mudah menular.

Gejala Virus Corona

Apa penyebab virus corona? Penyebab Covid-19 adalah sekelompok virus corona yang menginfeksi sistem pernapasan. Virus Corona menyebabkan infeksi ringan seperti flu dan pernapasan berat, seperti pneumonia. Infeksi virus corona atau COVID-19 menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau infeksi pernapasan berat seperti demam tinggi, batuk berdahak sampai berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Secara umum ada tiga gejala yang menandakan seseorang terinfeksi virus corona, yaitu:

  1. demam (di atas 37.5 derajat Celcius)
  2. batuk
  3. sesak napas.

World Health Organization (WHO) menambahkan gejala virus ini yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare.

Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap. Namun beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukan gejala apapun dan tidak merasa tidak enak badan. Kebanyakan dari mereka yang pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus, sekitar 1 dan setiap 6 orang yang mendapatkan dampak dari virus corona ini sakit parah dan mengalami kesulitan pernapasan.

Penyebaran Virus Corona

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa cara penyebaran virus ini sangat cepat karena dapat bertahan selama beberapa jam di luar tubuh bahkan dapat bertahan hingga dua hari dalam suhu ruangan. Penularan virus corona dari manusia ke manusia diperkirakan terjadi melalui kontak langsung dalam jarak dekat dari percikan saluran pernapasan yang dihasilkan penderitanya saat batuk dan bersin.

Seseorang dapat tertular virus Corona melalui berbagai cara. Cara pertama, tidak sengaja menghirup percikan ludah dan bersin atau batuk penderita Covid-19. Cara kedua, memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita Covid-19.

Kontak jarak dekat dengan penderita Covid-19 misalnya dengan bersentuhan atau berjabat tangan dapat menginfeksi siapa saja, yang lebih fatalnya lagi bila terjadi pada lansia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Virus Corona juga dapat menyebar dengan permukaan benda yang telah terpapar. Benda-benda tersebut seperti pegangan pintu, saklar, meja, tiang, AC atau benda lain yang digunakan secara bergantian, apabila pernah disentuh orang yang terinfeksi virus coroman berpotensi jadi cara penyebaran virus corona. Dengan kata lain permukaan benda tersebut disentuh lalu tangan mengusap mata maka dengan mudahnya kita akan tertular.

Sebuah studi terbaru mengungkap kemungkinan orang dengan tipe golongan darah A lebih rentan terinfeksi virus corona sedangkan mereka dengan tipe golongan darah O disebut lebih resisten terhadap virus corona.  Penelitian tersebut melibatkan para ilmuwan dan dokter dari kota-kota di seluruh China, termasuk Beijing, Wuhan, Shanghai, dan Shenzhen.

Riset bermula saat periset di China mengumpulkan pola golongan darah pada lebih dari 2.000 pasien yang terinfeksi virus di Wuhan dan Shenzhen. Peneliti lalu membandingkannya dengan populasi orang sehat di kedua wilayah tersebut.

Dari penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa pasien dengan golongan darah A menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi. Tak cukup sampai di situ, mereka pun cenderung mengalami gejala klinis yang lebih parah.Namun, peneliti menekankan bahwa riset mereka masih sangat prematur sehingga dibutuhkan penelitian-penelitian lanjutan lainnya.

Dengan hasil riset tersebut, peneliti mendesak pemerintah dan fasilitas medis untuk turut mempertimbangkan perbedaan golongan darah ketika merencanakan langkah mitigasi atau perawatan pada pasien yang terjangkit virus corona. Dari 206 pasien yang meninggal akibat COVID-19 di Wuhan, 85 memiliki golongan darah A, yang artinya 63 persen lebih banyak dibandingkan 52 orang dengan tipe golongan darah O. Pola seperti ini ditemukan pada kelompok usia dan jenis kelamin yang berbeda.

Ahli biologi Austria, Karl Landsteiner, menemukan golongan darah pada tahun 1901, menamakannya tipe A, B, AB dan O. Penemuan ini memungkinkan transfusi darah yang aman dengan mencocokkan golongan darah pada pasien.

Golongan darah bervariasi dalam suatu populasi. Para ilmuwan masih tidak yakin bagaimana golongan darah yang berbeda berevolusi, meskipun satu teori menyatakan bahwa mereka adalah hasil persilangan ikatan genetik.

Yang lain berpendapat bahwa faktor lingkungan seperti ketinggian, suhu atau kelembaban mungkin memainkan peran untuk mendukung peningkatan populasi golongan darah tertentu. Perbedaan golongan darah telah diamati pada penyakit menular lainnya termasuk virus Norwalk, hepatitis B, dan sindrom pernapasan akut (SARS). Gao mengatakan studi baru yang dilakukan peneliti tersebut mungkin bisa membantu para profesional medis, tetapi warga negara biasa tidak harus menganggap statistik terlalu serius.  Jika anda memiliki golongan darah tipe A, tidak perlu panik. Bukan berarti anda akan rentan terinfeksi oleh virus tersebut.

Jika anda memiliki golongan tipe O, itu tidak berarti juga anda benar-benar aman. Anda masih perlu mencuci tangan dan mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Pencegahan Virus Corona

Saat ini masih belum ada kepastian vaksin apa yang digunakan untuk menanggulangi virus corona. Pencegahan dini yang perlu dilakukan untuk menghindari diri terinfeksi virus tersebut, yaitu hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai dikunjungi seperti tempat wisata dan kolam renang.

Daftar vaksin dan obat potensial masih dalam pengujian / Milken Institut

Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal setelah melakukan aktivitas di luar maupun di dalam rumah. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan. Hindari kontak dengan hewan terutama hewan liar, bila terjadi kontak dengan hewan tersebut segera cucui tangan.

Pencegahan infeksi corona virus ini juga dapat dimulai dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk menangkap penyebaran virus corona di Indonesia.

Pemerintah melakukan beberapa pencegahan seperti membatasi kedatangan WNA ke Indonesia, aktivitas keagamaan yang mengundang banyak massa ditiadakan, bekerja dari rumah agar tetap produktif, WNI dilarang untuk bepergian ke luar negeri, WNI dari luar negeri dikarantina selama 14 hari, sekolah hingga kampus diliburkan, dan tidak bepergian ke tempat publik.

Statistik Penderita di Seluruh Dunia

Virus corona sudah menyerang dan menginfeksi ribuan nyawa di berbagai negara bahkan sudah menelan jiwa. Hampir di seluruh dunia dan angka kasus virus Covid-19 ini mencapai 422,629 terhitung sampai dengan Rabu (25/3/2020). Jumlah pasien Covid-19 yang paling banyak selain Cina adalah Italia dengan jumlah kasus keduanya mencapai angka 150.000.

Disusul Iran dengan 24,811 kasus semetara Korea Selatan dengan 9,037 kasus. Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dan bebas dari virus corona mencapai 65.764 orang dengan jumlah kematian mencapai 108,879 orang. Kematian terbanyak terjadi di Cina, Italia, Spanyol, dan Iran. Akibat dari kasus virus corona ini, beberapa negara mewajibkan untuk melakukan karantina untuk mereka yang bepergian dari Italia selama 14 hari lamanya.

Di Indonesia, kasus positif virus corona mencapai 686 kasus dari jumlah tersebut 30 kasus dinyatakan sembuh dan 55 lainnya meninggal dunia. Meski angka tersebut masih terus akan meningkat. Pemerintah Indonesia optimis untuk mengendalikan situasi pada bulan April mendatang. Agar hal tersebut dapat terealisasi, masyarakat dihimbau untuk melakukan social distancing dan tetap tenang.

Fenomena Lockdown dan Social Distancing

disiplin social distancing
Himbauan disiplin social distancing

Sejak kasus virus corona ini muncul, berbagai pemberitaan tersebar luas di media sosial. Dari yang memberitakan bahwa belum ada vaksin yang dapat menjinakan virus corona sampai masalah golongan darah yang rentan terkena virus ini. Simpang siur berita yang tidak diimbangi dengan berbagai macam sumber informasi yang aktual dan terpercaya. Pemerintah Indonesia resmi membuat halaman khusus untuk informasi yang berkaitan dengan virus corona.  Beberapa hari ini, penduduk Indonesia dihebohkan dengan dua istilah asing yang semakin mendera kekhawatiran mereka. Fenomena Lockdown and Social Distancing memicu banyak orang untuk beradu pendapat. Sebelumnya anda harus dapat memahami apa perbedaan dua istilah tersebut.

Lihat juga: 18 Museum Virtual Online yang bisa Menemani saat Social Distancing

Social distancing adalah langkah yang diambil untuk menghentikan atau memperlambat kecepatan penyebaran penyakit yang sangat mudah menular seperti virus corona. Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi kontak antara orang yang terinfeksi dengan mereka yang belum terinfeksi. Mungkin menjadi hal yang baru dan sangat aneh apabila di saat seperti ini anda harus mengurangi kontak dengan orang lain. Namun semua ini dilakukan untuk mengurangi peluang penyebaran virus corona.

Jaga jarak dengan metode ini lebih dari sekedar menjaga jarak satu langkah tetapi juga termasuk tidak bersalaman, penundaan acara besar seperti pertemuan masyarakat, hiburan, olahraga atau bisnis. Social distancing ini sangat berisiko untuk lansia yang memiliki masalah kesehatan kronis. Jika anda bekerja di luar rumah, usahakan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.  Perhatikan juga etika ketika anda bersin atau batuk dengan cara memakai masker atau melipat siku atau tisu untuk menjauhkan diri dai gejala virus corona.

Sejumlah istilah yang berkaitan dengan virus corona salah satunya lockdown. Lockdown artinya mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara. Tujuannya agar wilayah tersebut tidak menyebarkan virus lebih jauh lagi. Jika diberlakukan lockdown, maka semua fasilitas publik harus ditutup dan tidak diperkenankan melakukan aktivitas. Beberapa negara yang sudah diserang virus corona sudah memberlakukan lockdown, tetapi Indonesia masih belum menerapkannya karena pemerintah menilai opsi tersebut saat ini belum terlalu dibutuhkan.

Tidak hanya di Indonesia saja di beberapa negara kerusuhan mengenai bahan pokok yang diborong akibat pemberlakuan lockdown tersebut mengejutkan dunia. Ditambah dengan harga penjualan masker dan hand sanitizer yang melonjak. Hal ini tentu menjadi keresahan bagi sebagian orang. Beberapa negara sudah melakukan tes  untuk virus corona ini. Di Indonesia sendiri, lonjakan harga bahan pokok seperti beras dan gula mengikuti perkembangan kasus virus corona.

Pemerintah Indonesia menyarankan agar masyarakat tidak terlalu panik dan bersikap tenang dianjurkan juga tetap menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh atau imunitas dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Selain menerapkan pola hidup sehat, sebagian orang memilih untuk mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan imunitas tubuh. Konsumsi suplemen mungkin dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan yang kurang bernutrisi. Jika anda mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen peningkat imunitas tubuh, perhatikan juga kandungan yang terdapat pada suplemen tersebut.

Tanya Jawab Seputar Covid-19

Siapa yang termasuk Orang Dalam Pemantauan (ODP)?

Orang dalam pemantauan (ODP) adalah seseorang yang mengalami demam (≥38°C) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan, seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria: “memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal” atau “memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia”.

Siapa yang termasuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP)?

Pasien Dalam Pengawasan adalah seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥38°C) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria: “memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal” atau “memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia”;

atau

Seseorang dengan demam (≥38°C) atau riwayat demam atau ISPA DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19

atau

Seseorang dengan ISPA berat/pneumonia berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Apa metode pengujian corona virus yang paling akurat?

Saat ini, metode untuk mendeteksi keberadaan virus corona di dalam tubuh ialah dengan swab test. Tes swab ini merupakan metode dengan cara mengambil lendir dalam organ pernapasan dan dicek keberadaan DNA corona dengan alat PCR. Ulasan lebih lengkap mengenai metode swab test ini dapat Anda lihat pada artikel perbedaan rapid test dengan swab test.

Seberapa tingkat berbahaya nya virus penyebab COVID-19 ini?

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih jarang (sekitar 2%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti, diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Orang yang mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Apakah COVID-19 dapat menular melalui udara?

Hingga saat ini penelitian menyebutkan bahwa virus penyebab COVID-19 ditularkan melalui kontak dengan tetesan kecil (droplet) dan saluran pernapasan. Namun, beberapa studi awal mengatakan adanya kemungkinan bahwa virus ini dapat bertahan di udara selama beberapa jam dalam kondisi tertentu. Dalam rilis resminya, dikatakan bahwa COVID-19 juga dapat menular dalam suatu area yang sudah terinfeksi tanpa tahu siapa orang pembawa virus ini sebenarnya.

Show Comments (0)

Comments

Related Articles

Pendidikan

Ini Daftar 6 Nama Pakaian Adat dari Maluku Utara

Pulau Maluku berada pada lempengan Australia di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Papua. Pulau Maluku terkenal dengan pulau rempah-rempah oleh bangsa Eropa. Pulau Maluku terdaftar...

Posted on by Karinov
Pendidikan

Mengenal Rumah Belajar Resmi Di Kemdikbud

Ada banyak sekali perubahan yang terjadi semenjak teknologi digital berkembang di tanah air, yang paling teranyar dan dibicarakan belakangan ini adalah portal pembelajaran yang...

Posted on by Karinov

Berlangganan via Email

We don't have any time for drama, stupidity and fake people. You can count on me.

Don't worry, we hate spam