Mengenal Perbedaan Hosting dan Domain Untuk Pemula


Karinov
@karinovcoid
Mengenal Perbedaan Hosting dan Domain Untuk...

Dalam membuat sebuah website, tentu Anda pernah mendengar tentang hosting dan domain. Kedua istilah itu memang saling berhubungan namun mempunyai peranan yang berbeda.

Sayangnya, masih banyak salah kaprah dalam mindset pemula dalam hal pembuatan website. Beberapa orang masih sering mengangap kedua hal ini memiiki pengertian yang sama. Padahal tidak, domain dan hosting adalah dua hal yang berbeda.

Mengenal Hosting dan Domain

Di beberapa forum teknologi, khususnya berkaitan dengan website, masih banyak ditemukan pertanyaan ‘awam’ tentang hosting dan domain. Maka, tulisan ini akan mengupas secara mendalam tentang dua elemen penting di dalam pembuatan website tersebut.

1. Domain

Yang pertama kita bahas adalah domain. Pada dasarnya, nama sebuah website adalah nama domain. Secara sederhana, domain adalah alamat di mana website bisa ditemukan lewat internet. 

Secara mendasar, jagat internet adalah medan jaringan yang sangat luas. Setiap komputer yang terhubung dengan internet, akan memiliki alamat protokol, atau yang disebut dengan IP Adress. Alamat protokol tersebut selalu berbentuk deret kombinasi angka. Tidak seperti kita, komputer mungkin akan mudah mengingatnya.

Nah, untuk mengatasi hal itu, diciptakanlah yang disebut dengan domain. Berbeda dengan IP Adress, domain menggunakan kata yag lebih mudah diingat. Kata tersebut juga menjadi identitas sebuah website.

Sehingga, ketika Anda atau orang ingin mengakses alamat Anda, cukup dengan mengetikkan nama domainnya saja. Tentunya jauh lebih mudah ketimbang harus mengetikkan deret angka khusus untuk menuju sebuah website.

Nah, ketentuan penggunaan domain juga diatur oleh badan regulator domain internasional. Mereka bertugas untuk memastikan tak ada nama domain yang sama, yang berpotensi akan membingungkan pengunjung sebuah website jika namanya sama.

Ada dua jenis alamat domain yang dikenal di dunia, yaitu:

  • gTLD

Jenis domain yang satu ini memiliki sifat universal dan berlaku di seluruh dunia. Artinya, tak ada syarat khusus untuk mendapatkan salah satu nama domainnya. Yang termasuk di dalam domain jenis ini adalah yang berakhiran .net, .com, .org, dan lain-lain.

  • ccLTD

Ekstensi domain ccLTD sedikit berbeda. Domain dengan ekstensi jenis ini dapat langsung diketahui lokasinya. Misalnya akhiran .id sudah pasti berada di Indonesia. Atau .au merupakan ekstensi domain asal Australia. Atau, bisa juga menjadi bentuk instansi, misalnya akhiran .gov untuk website pemerintahan dan .edu untuk portal di bidang pendidikan.

Karena sifatnya ‘custom’, maka domain ccLTD memiliki beberapa syarat untuk bisa digunakan. Untuk akhiran .id misalnya, Anda harus menunjukkan bukti domisili Indonesia. Biasanya cukup hanya dengan menyertakan KTP saja ketika mendaftar.

Membuat nama domain seperti mendaftarkan sebuah produk berhak cipta. Ada biaya yang harus dikeluarkan. Anda memang bisa saja membuat nama domain yang gratis. Hanya saja akan ada ekstensi tambahan di belakang nama pilihan Anda, tergantung di mana mendaftarkannya. Misalnya WordPress dan Blogspot. Untuk kesan website profesional, disarankan Anda membeli nama domain khusus.

2. Hosting

Jika domain adalah alamat, maka hosting ibarat sebuah rumah. Semua data yang memungkinkan website Anda bisa online, berada di web hosting. Hosting sendiri merupakan kumpulan perangkat keras yang terdiri atas komponen layaknya komputer biasa. Seperti hardisk, RAM, perangkat prosesor, dan lain sebagainya.

Karena butuh biaya yang sangat besar untuk membuat server atau hosting, maka biasanya hal ini dikelola oleh perusahaan provider hosting. Lokasinya pun bisa berbeda dengan domisili Anda. Hosting hanya bekerja sebagai pusat data semata.

Perangkat yang ada di web hosting biasanya memiliki suplai listrik yang selalu ada. Hal ini tentu bertujuan untuk menghindari adanya kegagalan teknis saat mengakses website tertentu. Sitem operasi dan perangkat lunak di dalam hosting pun sudah disiapkan untuk bisa bekerja tanpa henti.

Cek disini untuk melihat kode promo hosting dari berbagai provider lokal.

Ketika ada yang ingin mengakses nama domain tertentu, maka akan ditranslasi menjadi IP Adress oleh pemilik hosting. Perusahaan hosting memiliki spesialisasi khusus untuk layanan penyimpanan data dan juga pemeliharaan website. Mereka menawarkan banyak pilihan paket hosting kepada pelanggannya.

Ditinjau dari jenisnya, hosting pun cukup beragam:

  • Shared

Hosting jenis ini sifatnya non-komersil. Hosting ini tidak membatasi jumlah pengunjung sebuah website. Sehingga, banyak orang menjadikan hosting jenis ini sebagai storage alternatif dari memory fisik di komputer.

  • Dedicated

Hosting ini berdiri secara mandiri dan disewakan oleh pihak provider. Jenis server ini banyak dipilih untuk kebutuhan korporat, karena kinerjanya yang tak akan terputus. Akses ke dalam website senantiasa dijamin lancar, sehingga sangat optimal untuk jenis website SEO.

  • Colocation

Hosting ini merupakan bagian dari hosting dedicated. Cara kerjanya adalah konsumen menyediakan server yang kemudian akan diletakkan sebagai pusat data.

  • VPS

Kependekkan dari Virtual Private Server, jenis hosting ini dibuat dengan bantuan aplikasi khusus. Kapasitas VPS biasanya setara atau bahkan lebih besar dari dedicated hosting. Kapasitas tersebut pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Maka dari itu, hosting jenis ini menjadi pilihan untuk kebutuhan website bisnis yang senantiasa melakukan ekspansi.

  • Cloud Server

Hosting jenis ini merupakan kumpulan server yang terhubung satu sama lain. Hosting jenis ini tergolong murah, karena memiliki beberapa server sekaligus. Ketika yang satu mati karena satu dan lain hal, maka server lainnya akan menggantikan tugasnya.

Meski berbeda fungsi, namun dari uraian di atas sudah terlihat bahwa domain dan hosting adalah dua elemen tak terpisahkan dalam berdirinya sebuah situs. Keduanya saling bersinergi agar website bisa diakses. Tanpa salah satunya, maka website tidak akan bisa diakses.

Untuk membangun sebuah website, maka Anda harus membeli domain dan juga hosting. Memang, banyak domain dan hosting yang gratis, tetapi itu tidak menjamin keamanan dan stabilitas website.

Tentang Membeli Hosting dan Domain

Untuk membangun sebuah website, hal pertama yang dibeli tentunya adalah hosting. Karena di hosting merupakan tempat segala elemen website Anda akan disimpan. Setelah itu, barulah Anda bisa melanjutkan pembelian nama domain.

Ketika membeli alamat domain, Anda hanya boleh memiliki 1 nama saja. Masa berlakunya pun hanya 1 tahun. Setelah itu Anda harus memperpanjang masa berlaku secara berkala jika website masih ingin diteruskan.

Untuk penyedia domain dan hosting, Anda memang bisa membelinya dari dua perusahaan berbeda. Tetapi lebih baik jika membelinya di satu tempat. Karena, membeli di provider yang berbeda sedikit merepotkan karena Anda harus mengatur pengaturan DNS untuk nama domain Anda.

Berbeda dengan hosting, nama domain adalah hak yang mutlak. Dalam arti, Anda bisa memindahkannya ke hosting yang berbeda. Para perusahaan penyedia hosting telah memiliki berbagai langkah yang bisa diikuti untuk melakukan proses pemindahan hosting.

Anda pun bisa menggunakan domain dan hosting yang sama, sekalipun hostingnya sudah dipindah. Misalkan dari .co.id dipindah menjadi .com. tentu bisa saja dilakukan. Karena pada dasarnya hosting hanya menyimpan data website saja. Sehingga cukup dengan transfer file sederhana, maka hosting bisa dipindahkan.

Para provider hosting dan domain pun menawarkan harga yang sangat beragam, tergantung dari layanan yang bisa dinikmati, biasanya terkait dengan durasi pakai dan juga luas ruang penyimpanannya. Semuanya dikembalikan pada kebutuhan dan kemampuan finansial Anda.

Untuk website standar yang berisi artikel dan gambar, mungkin tak butuh ruang yang terlalu besar. Namun, portal dengan konten video yang dominan tentunya harus memiliki hosting yang lebih lapang, supaya video bisa diputar dengan lancar.

Itulah gambaran perbedaan hosting dan domain. Bagi Anda yang masih pemula dalam hal membuat website, ulasan ini tentu akan menjadi wawasan baru, sehingga dapat membantu Anda memutuskan pembelian hosting dan domain yang tepat.

Show Comments (0)

Comments

Related Articles

Entrepeneurship

Mengenal Inbound Marketing: Pemasaran Model Baru

Era digital membuat para konsumen justru yang mencari penjual. Mengapa begitu? Bukankah seringkali kita mencari produk hanya dengan mengetikkan keyword produk di social media atau...

Posted on by Editorial Staff
Entrepeneurship

Cara Mudah Membuat Artikel SEO Masuk Google

Untuk membuat artikel SEO friendly bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Terlebih lagi, untuk bisa masuk ke dalam kategori SEO friendly, artikel tersebut harus bisa...

Posted on by Editorial Staff

Berlangganan via Email

We don't have any time for drama, stupidity and fake people. You can count on me.

Don't worry, we hate spam