Otomotif

Modifikasi Motor Gede (Moge) Harley Gaya Retro

Bagi pecinta modifikasi, modifikasi motor memang tak pernah berhenti, tambahan sentuhan akselerasi warna saja bikin mood owner bisa berubah...

· 2 min read >
foto modifikasi moge harley retro

Bagi pecinta modifikasi, modifikasi motor memang tak pernah berhenti, tambahan sentuhan akselerasi warna saja bikin mood owner bisa berubah total. Tak terkecuali Michael Ivan Axel yang ternyata memiliki koleksi lain, dari modifikasi Harley Davidson Sportster XL 1200. Awalnya motornya mengusung warna chrome memadukan warna mesin yang terlanjur mengkilat.

Foto modifikasi moge harley retro

Bagaimana proses modifikasinya, Axle beradu konsep dengan Ariawan punggawa Baru Motor Sport (BMS). Akhirnya konsep retro Scrambler menjadi ide mediasi yang disepakati. Semua part ditanggalkan hanya menyisakan mainframe dan mesin. Nah, pekerjaan berat pun dimulai, dengan tanki, spakbor depan dan belakang, oil pan serta undercowl yang menunjukkan satu karakter. Semuanya menggunakan plat berbahan aluminium berbahan 1,5 mm kecuali undercowl berbahan 1,2 mm.

“Untuk tangki kita pilih bahan yang tebal 1,5 mm. Bahan ini sengaja dipilih karena semua proses dikerjakan secara manual, bukan model pres. Kita getok plat sesuai bentuk yang sesuai dan dilakukan pengelasan. Ketebalan bahan membantu kita, saat penghalusan permukaan dengan gerinda menjadi mudah, dan sedikit dempul. Cara ini memudahkan pengecatan tentunya,”

Wanto dari BMS

Kemudian beralih ke swing arm menggunakan limbah dari CB 400. Untuk menyesuaikan kaki-kakinya, Ariawan memilih menggunakan bahan limbah dari velg Yamaha R1. Kedua velg tersebut dipadukan dengan ban tracker Metzeler Karro 3, dan mempertajam image scrambler yang multipurpose. Finishing velg menggunakan warna biru metalik dengan aksen putih untuk menyelaraskan bodi yang juga menggunakan aksen biru.

Suspensi depan menggunakan limbah milik Aprilia RSV 4, yang kebetulan sudah menggunakan brand Ohlins. Untuk memasangnya, Ari menyuruh Wanto untuk membuat triple segitiga dari bahan aluminium billet. Beralih ke sektor penggerak, yang awalnya menggunakan belt, beralih menggunakan chain aftermarket. Untuk gear belakang menyesuaikan bawaan dari velg Yamaha R1.

“Tingkat ketebalan triple segitiga suspensi menyesuaikan dengan ketebalan velg yakni 3,5 inci. Kombinasi antara suspensi dan mainframe yang menyangga mesin akhirnya kami pilih bahan yang berkualitas,” jelas Wanto kepada tim Blackxperience.com.

Pada subframe digunakan bahan seamless, dengan mempertahankan mainframe bawaan sportster. “Alasannya kita ingin mempertahankan kenyamaan motor ini. Dan yang kita custom cuman dibagian subframe. Handling lebih enak dikontrol, daripada mengkustom rangka yang dikhawatirkan malah bikin understeer,” ungkapnya.

Bagian paling mencolok dari motor custom ini adalah desain knalpot. Menurut Wanto, BMS memesan khusus model knalpot dari bahan titanium.”Knalpot sengaja kita pesan, dengan lengkukan yang unik dari pabrikan knalpot dengan merek R9 di Cikupa, Tangerang. Jadi sifatnya special order,” tutur Wanto.

Akselerasi gaya scrambler secara totalitas memiliki kesulitan tersendiri. Antara konsep dan basic ketersediaan bahan terbilang rumit. “Kami ukur secara detail saat pembuatan segitiga. Jarak antara fork dengan komstir kita harus hitung ulang dan itu belum ketemu rumusannya.

Dengan mempertimbangkan velg dan fork, akhirnya formula itu ditemukan 3,5 inci. Secara tidak langsung posisi riding juga menentukan, dari tumpuan kaki, posisi duduk dan memegang setang harus dirumuskan, sehingga ukuran segitiga bisa dibuat dengan teknik CNC,” jelas Wanto.

Kesulitan berikutnya adalah ketika Wanto dan kawan-kawan memasang swingarm. Basik swing arm CB400 ini menggunakan pola life side drive chain. Ketika digunakan penggerak chain drive kanan butuh pertimbangan custom yang tepat. “Swingarm dipasang terbalik, kemudian dihitung lagi untuk membuat dudukan kaliper, serta dual shock dibelakang.

Perhitungan matang untuk meletakkan center gir belakang dengan gir depan juga menjadi perhatian tersendiri,” tutur Wanto yang menilai secara totally posisi riding Harley Davidson yang mengusung Retro Scrambler terbilang cukup memuaskan.

Tampilan memikat konsep modfikasi retro scrambler terpancar pada bagian lampu depan. Daymaker milik sportster ini harus dicustom untuk membuat rangka rumah lampu agar bisa dipasang secara proper.

Memadukan dudukan speedometer aftermarket yang minimalis, lampu daymaker kecil akhirnya ditaruh diatas lampu besar, sejajar dengan speedometer. Totalitas dalam mengukur dan memasang part per part menjadi tolok ukur kesuksesan membangun sebuah motor custom.

Terakhir sektor performance didukung penggunaan beberapa part seperti penggunaan Carburator mikuni hsr42, regulator ds racing. Sektor pengapian memadukan penggunaan CDI thunderheart dan busi breeze racing dan coil 0.5 ohm dari ds racing.Saat penulis merasakan performa mesinnya, terbilang cukup enteng, untuk sebuah mesin 1200 cc.

Perpaduan part dan tingkat ketelitian custom menghasilkan karya modifikasi yang eye catching. Karena karya modifikasi anak negeri selalu saja membuat ruang yang lebar untuk industri kreatif di tanah air. Ketika dikonfirmasi berapa budget yang dikeluarkan untuk modifikasi ini, Axel sang owner mengaku disekitar Rp100-120 jutaan. [Ahs/timBX]

Written by Karinov
Dunia terus bergerak, meninggalkan mereka yang tidak sepakat. Kami percaya bahwa perubahan dalam bisnis adalah satu hal yang niscaya. Karinov.co.id hadir untuk menjadi tempat bertanya seputar ini dan harus ada jawabnya. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *