Saat ini, bisnis online bukan menjadi hal yang baru di Indonesia. Karena Anda bisa menemukan banyaknya toko online yang menjual berbagai macam barang. Selain itu, bisnis online merupakan solusi alternatif untuk mendapat penghasilan dengan mudah. Banyaknya bisnis online ini tentunya seakan menggantikan bisnis offline yang tentunya berbeda jauh dengan bisnis online. Sehingga, Anda harus mengetahui perbedaan bisnis online dengan bisnis offline yang ada di bawah ini.

Pemasaran

Dari segi pemasaran, tentu bisa dilihat dengan jelas perbedaan bisnis online dengan bisnis offline. Bisnis online menggunakan pemasaran yang terbilang mudah, bahkan orang yang tidak pernah berbisnis juga bisa melakukannya. Salah satu contoh pemasaran bisnis online adalah dengan menggunakan sosial media.

Dengan sosial media, produk akan lebih mudah dilihat dan dapat dibagikan kepada banyak orang. Mengingat zaman sekarang juga sudah banyak orang yang menggunakan sosial media. Hal ini tentu saja berbeda dengan bisnis offline yang mana masih menggunakan pemasaran yang bisa dibilang membutuhkan banyak biaya. Biaya tersebut digunakan untuk mencetak brosur, spanduk, dan biaya untuk beriklan.

Modal

Dengan menggunakan bisnis online, modal yang dikeluarkan justru akan lebih sedikit. Bahkan untuk memulai bisnis online ini tidak jarang juga gratis alias tidak mengeluarkan modal sama sekali. Modal yang dikeluarkan untuk bisnis online ini adalah untuk membuat toko online , biaya periklanan, dan lain-lain.

Bisnis offline justru malah membutuhkan biaya yang lebih banyak serta persiapan yang matang. Karena Anda harus membeli barang yang akan Anda jual dan juga modal tersebut Anda gunakan untuk membuat toko offline sendiri.

Waktu Yang Dibutuhkan

Perbedaan bisnis online dengan bisnis offline yang berikutnya adalah dari segi waktu operasional. Bisnis online bisa diakses dalam waktu 24 jam dan 7 hari. Sehingga pembeli bisa mengakses toko online kapan saja dan di mana saja, termasuk hari libur. Bahkan, Anda juga bisa menggunakan chatting otomatis untuk membalas pesan yang masuk saat Anda sedang sibuk.

Hal ini malah justru berbanding terbalik dengan bisnis offline. Yang mana bisnis offline ini buka dengan waktu yang terbatas. Bisnis offline sendiri juga jarang ada yang buka hingga 24 jam. Jika buka 24 jam, tentunya butuh biaya yang lebih besar lagi untuk menggaji banyak karyawan.

Target Pasar

Dengan menggunakan bisnis online, target pasar bisa menjangkau area pasar yang luas dan tidak hanya dari satu regional saja. Bahkan, Anda bisa menjangkau pasar internasional hanya dengan bermodalkan bisnis online. Hal ini karena internet sendiri diakses oleh banyak orang di dunia, termasuk di Indonesia dan berbagai negara di dunia.

Selain itu, Anda juga bisa menentukan target pasar sendiri dengan menggunakan bisnis online. Mulai dari target berdasarkan usia, jenis kelamin, minat, dan lain-lain. Sebaliknya, bisnis offline memiliki target pasar yang terbatas. Bisnis offline mungkin hanya menjangkau orang-orang di sekitar tempat Anda saja.

Cara Pembelian

perbedaan bisnis offline dan online

Transaksi jual-beli offline mulai ditinggalkan

Zaman sudah semakin maju, cara membeli barang juga mengalami kemajuan. Saat ini, Anda bisa membeli barang tanpa harus datang ke toko fisik yang ingin Anda kunjungi. Bahkan untuk pembayaran, Anda tidak perlu bertatap muka dengan penjual barang tersebut. Anda tinggal melakukan transfer uang ke rekening penjual. Setelah itu barang akan dikirim ke alamat Anda dengan menggunakan jasa pengiriman. Cara seperti ini tentu mudah untuk dilakukan.

Berbeda dengan bisnis offline yang mana penjual harus melayani banyak orang sendiri. Kecuali jika mereka sudah mempekerjakan seorang kasir. Pembayarannya pun masih menggunakan cara yang sederhana dan membayar dengan uang kertas maupun uang receh.

 

There are currently no comments.