Ibu & Anak

Cara Pertolongan Pertama Saat Bayi Jatuh

Pertolongan Pertama Bayi Jatuh: Hati-hati jangan langsung menggendongnya. Pastikan dulu bagaimana kondisinya! Usia bayi adalah masa rawan terjadi kecelakaan....

· 3 min read >
cara menolong bayi jatuh

Pertolongan Pertama Bayi Jatuh: Hati-hati jangan langsung menggendongnya. Pastikan dulu bagaimana kondisinya!

Usia bayi adalah masa rawan terjadi kecelakaan. Saat ia belajar berguling umpamanya dan orangtua lengah, ia bisa saja terjatuh dari tempat tidur. Untuk itulah manajemen penanganan kasus bayi terjatuh amat diperlukan. Yang pasti, saat si kecil terjatuh, jangan hanya mengkhawatirkan bagian kepala saja, karena semua anggota tubuhnya memiliki risiko yang sama untuk mengalami benturan yang dapat membahayakannya.

Berikut penjelasan dr. Anna Tjandra, Sp.A dari RSAB Harapan Kita, Jakarta mengenai manajemen kecelakaan pada anak yang sederhana, yaitu:

Menyaksikan langsung anak terjatuh

  • Perhatikan bagian mana dari tubuh anak yang mengalami benturan.
  • Ingat proses jatuhnya, apakah langsung menghujam ke lantai atau terbentur sesuatu terlebih dahulu baru ke lantai.
  • Pastikan dari ketinggian berapa meter anak terjatuh dan media apa yang menjadi tempat pendaratannya.
  • Lihat dan perhatikan baik-baik kondisi si kecil. Apakah setelah jatuh langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota badannya? Jika ya, kita bisa langsung menggendong untuk menenangkannya. Setelah ia tenang, baru lakukan observasi.

Adapun observasi yang perlu dilakukan adalah:

  • Cari dan ingat bagian-bagian mana saja yang lebam/benjol/ memar di
    seluruh anggota badan bayi. Jika menemukan benjolan di kepala atau
    memar di badan, boleh diobati dengan obat antitrauma oles. Jika pada
    bagian kepala tidak ditemukan lebam atau benjol, tapi bayi menangis
    saat dipegang, larikan segera ia ke rumah sakit terdekat.
  • Coba gerakkan kedua tangan bayi, ke samping, ke atas, ke bawah, ke
    depan, lalu rentangkan dan angkat-angkatlah. Jika ada keluhan
    pastikan di tangan yang mana dan saat dalam posisi seperti apa. Ini
    sebagai bahan untuk dilaporkan ke dokter.
  • Lakukan hal yang sama pada kaki.
  • Tengokkan kepala bayi ke kanan dan ke kiri. Coba dekatkan dagu
    bayi ke dada secara perlahan. Jika ada keluhan catat sebagai laporan
    pada dokter.
  • Miringkan badan si kecil ke kiri dan ke kanan. Jika ada keluhan
    catat dan laporkan ke dokter.
  • Observasi perlu dilakukan selama 2×24 jam. Jika dalam kurun waktu
    itu ada keluhan, apalagi sampai muntah dengan menyembur, segera
    larikan ke rumah sakit terdekat.
  • Sebaliknya bila setelah jatuh dalam keadaan sadar tapi pasif
    (apalagi tidak menggerak-gerakkan anggota badannya) jangan
    mengangkatnya. Hubungi UGD rumah sakit terdekat atau 118 untuk minta pertolongan paramedis. Salah mengangkat dalam kondisi seperti ini dapat berisiko fatal.

Jika menemukan si kecil sudah di lantai.

  • Perhatikan keadaan bayi; sadar atau tidak, menangis atau tidak,
    dapat menggerak-gerakkan anggota badan atau tidak. Jika ia tidak
    sadar atau sadar tapi pasif, ingat jangan menggendongnya, tapi
    segera minta bantuan paramedis terdekat, UGD atau 118.
  • Perhatikan dalam posisi seperti apa si kecil saat ditemukan.
  • Jika dalam keadaan tengkurap kemungkinan besarnya aman. Tapi kita mesti melakukan pemeriksaan seputar bahu, kedua tangan, dada dan kaki. Caranya gerakkan tangan ke atas, depan, samping. Jika ada
    keluhan sakit segera bawa ke dokter.
  • Jika dalam keadaan telentang. Periksa dan perhatikan daerah kepala
    bagian belakang, leher, punggung, dan panggul, mulai dari tanda
    lebam atau merah, hingga keluhan sakit saat disentuh dan digerakkan
    seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan bayi tidak muntah
    atau mengalami penurunan kesadaran dalam 2×24 jam. Jika ada keluhan segera larikan ke dokter.
  • Jika bayi ditemukan dalam posisi miring, kanan atau kiri.
    Perhatikan dan periksa kepala, tangan yang menjadi tumpuan badan,
    juga kaki. Lakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas. Jika
    ada keluhan segera larikan ke dokter.
  • Jika ditemukan dalam posisi duduk. Periksa dan pastikan bayi masih
    sadar, biasanya menangis, dan mampu menggerakkan anggota badan.
    Periksa bagian panggulnya, ada tidak tanda memar, merah, atau sakit
    saat dipegang atau digerakkan. Jika ya segera larikan ke dokter.

Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan

  • Dalam posisi apa pun jatuhnya si kecil, jangan lupa melakukan
    pemeriksaan mata. Baiknya menggunakan senter:
  • Masih bereaksikah saat kita senter matanya, mengedip, menutup
    matanya atau kaget. Jika tidak bawa segera anak ke rumah sakit.
  • Gerakan senter ke kanan dan ke kiri, masih mampukah bayi mengikuti gerakan sinar. Jika tidak ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.
  • Perhatikan pupil matanya, apakah pupil mata yang kiri dan kanan
    sama besar/kecilnya saat kita senter satu per satu. Jika sama kita
    bisa bernapas lega. Bila tidak, bayi perlu menjalani pemeriksaan
    lebih lanjut, seperti CT Scan.
  • Ukur dan pastikan si kecil jatuh dari ketinggian berapa. Sebab
    semakin tinggi pastinya gaya gravitasi bumi akan lebih kuat menarik
    si anak. Tentu efek yang ditimbulkan pun semakin besar.

Efek Posisi Jatuh

Di bawah ini kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi
saat terjatuh. Dengan pengetahuan ini diharapkan orangtua bisa lebih
memahami kondisi bayi bila terjatuh dan mampu melakukan pertolongan
pertama yang benar:

Jika kepala terlebih dahulu yang membentur lantai

Di sebelah mana pun benturan itu terjadi selama masih di kepala, kita perlu mewaspadainya. Tulang tengkorak bayi masih rapuh dan ia belum memiliki refleks untuk menahan dengan baik. Kemungkinan yang
bisa terjadi, bayi mengalami fraktur atau retak/patah tulang tengkorak kepala, atau perdarahan di luar tengkorak atau di dalam tengkorak.

Perdarahan di luar dapat ditandai dengan adanya benjol/memar. Selama
tidak ada fraktur, kondisi ini bisa dikatakan tidak parah. Rabalah ubun-ubunnya apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol
menjadi tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.

Harap diketahui, bila tidak ditemukan benjolan/memar, tapi bayi menangis (atau justru tidak menangis dan langsung tertidur), tidak sadarkan diri, mengalami kejang/muntah- muntah (yang menyembur bukan gumoh), ada kecurigaan bayi mengalami perdarahan di dalam tengkorak kepalanya. Segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Jika dada terlebih dahulu yang membentur permukaan

Kalau tempat mendaratnya datar, kemungkinan risiko bayi untuk cedera
lebih sedikit. Sebaliknya, tempat mendarat yang tidak mulus atau ada
tonjolan yang tepat mengarah ke dadanya dapat mengakibatkan
fraktur/parah tulang iga atau rusuk yang patahannya dapat mengenai organ paru-paru atau jantungnya. Untuk itu perhatikan apakah si kecil dapat bernapas secara normal atau tidak.

Umumnya jika bagian dada terlebih dahulu yang “mendarat”, secara
alami tangan akan membuat perlindungan terlebih dahulu. Karena itu
periksa juga kondisi tangan dan bahu bayi. Apakah ada pergelangan
tangannya mengalami patah atau adakah sendi yang keluar (dislokasi)
dari tempatnya. Periksa juga bagian kepala, khususnya dahi. Biasanya
saat mendarat, sekalipun dada terlebih dahulu, kepala langsung menyusul membentur lantai.

Jika panggul terlebih dahulu yang mendarat

Kemungkinan besar bayi akan mengalami dislokasi atau fraktur tulang
panggul. Karena panggul berhubungan langsung dengan tulang belakang,
dikhawatirkan ada saraf-saraf yang terjepit. Jika yang terjepit saraf kaki biasanya si kecil tidak bisa menggerakkan kakinya alias lumpuh.


Jika yang mendarat kaki terlebih dahulu

Kejadiannya pada tiap bayi bisa berbeda. Jika ia sudah bisa berdiri pasti akan menahan tubuhnya dengan kaki lalu jatuh bersimpuh. Risiko kasus ini adalah dislokasi atau keseleo. Pada bayi di bawah 6 bulan meski belum mampu menahan tubuhnya, secara alami badan bayi akan terjatuh ke depan dan sebelum mendarat tangannya akan menjadi bumper.

Jika yang mendarat bokong terlebih dahulu

Berbahaya karena kaitannya langsung dengan tulang belakang dan dapat
mengakibatkan patah pada tulang punggung bayi. Risiko lain, bila ada
saraf yang terjepit bisa mengakibatkan kelumpuhan. Bayi yang ditemukan terjatuh pada posisi seperti ini jangan digendong. Biarkan paramedis yang melakukan pertolongan.

Written by Editorial Staff
Dunia terus bergerak, meninggalkan mereka yang tidak sepakat. Kami percaya bahwa perubahan dalam bisnis adalah satu hal yang niscaya. Karinov.co.id hadir untuk menjadi tempat bertanya seputar ini dan harus ada jawabnya. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *